LEBAK — Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjamin distribusi pupuk bersubsidi di wilayahnya berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Jaminan ini disampaikan menyusul kekhawatiran sejumlah kelompok tani mengenai kelangkaan pupuk menjelang musim tanam kedua.
Rahmat mengungkapkan, stok pupuk di tingkat kios hingga gudang penyangga dipastikan aman untuk mendukung gerakan penanaman padi sampai dengan Desember 2026. "Kami meyakini persediaan pupuk bersubsidi di kios-kios resmi melimpah dan mencukupi permintaan petani," katanya di Lebak, Senin.
Meski stok dijamin aman, data Distan Lebak menunjukkan realisasi penyerapan pupuk masih jauh dari kuota yang ditetapkan. Per Juli 2026, penyerapan pupuk urea baru mencapai 5.354 ton dari total alokasi 23.167 ton, atau hanya 23 persen.
Untuk pupuk NPK, realisasi tercatat 7.537 ton dari kuota 25.449 ton atau setara 30 persen. Adapun pupuk organik baru terserap 20,50 ton dari kuota 390 ton, atau sekitar 5 persen. Angka ini mengindikasikan masih besarnya ruang bagi petani untuk mengakses pupuk bersubsidi hingga akhir tahun.
Rahmat menegaskan, kemudahan akses pupuk bersubsidi saat ini juga dibarengi dengan harga yang terjangkau. Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk urea ditetapkan Rp1.800 per kilogram, sementara NPK Rp1.840 per kilogram.
Namun, penyaluran pupuk ini tidak serta merta diberikan kepada semua orang. Distan Lebak memastikan distribusi hanya diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Langkah ini diambil untuk mencegah potensi penyelewengan di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Rahmat mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang memberikan kemudahan akses pupuk bersubsidi, termasuk penyederhanaan tata kelola distribusi. Ia menyebut kebijakan tersebut telah dirasakan langsung dampak positifnya oleh para petani di Lebak.
"Petani sekarang sangat terbantu. Selain stok yang melimpah, harga pupuk bersubsidi juga lebih terjangkau," tambahnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dinilai mendukung penuh program ketahanan pangan di daerah.
Pemerintah kabupaten berkomitmen membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kadin, untuk memajukan pertanian di Lebak. "Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis dapat mewujudkan pertanian yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan petani," ujar Rahmat.