Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah Imbau ASN Jadi Teladan Antisipasi Kemarau Ekstrem, 12 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 15:28:31 WIB
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan imbauan kepada ASN untuk menjadi teladan dalam mengantisipasi dampak kemarau ekstrem di 12 kecamatan.

TANGERANG — Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menekan risiko dan dampak bencana kekeringan. Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan langkah antisipatif harus dilakukan secara terencana dan terukur, tidak hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi.

Intan menyebut peran ASN sangat krusial dalam mengedukasi masyarakat. Ia meminta aparatur sipil negara menjadi teladan dengan menjaga lingkungan dan tidak membakar sampah sembarangan, sebuah kebiasaan yang kerap memicu kebakaran lahan dan permukiman saat musim kemarau.

"Saya mengajak seluruh ASN menjadi teladan dengan menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, serta menjaga kesehatan agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik," ucap Intan di Tangerang, Senin.

Dampak Kekeringan Meluas ke 12 Kecamatan

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat dampak kekeringan menyebar di 41 titik lokasi yang tersebar di 31 desa/kelurahan. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik merinci wilayah terdampak meliputi Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Pagedangan.

"Dari 31 desa itu, ada 41 titik lokasi. Jadi satu desa ada yang dua, ada yang empat, ada yang satu begitu," ucap Taufik.

Pemkab Siapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Menghadapi kondisi yang berpotensi meluas, pemerintah daerah tengah menyiapkan penetapan status siaga bencana kekeringan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi penanganan sekaligus membuka keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka sedang mengalami kesulitan. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan bantuan harus menunggu terlalu lama," kata Intan.

Distribusi Air Bersih Terus Digencarkan

Sebagai bentuk respons cepat, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak. Layanan penanganan kekeringan dan kebakaran juga melibatkan camat hingga jajaran kelurahan.

"Sampai sementara ini kita membantu terus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi melihat ini kondisi hujan belum turun, pasti kami mencari terobosan," kata Taufik.

Wabup Intan menambahkan, edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan juga menjadi fokus utama. Kebiasaan kecil tersebut dinilai dapat memicu kebakaran besar di tengah kondisi lahan yang kering.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top