CILEGON — Wajah baru layanan perpustakaan publik di Kota Cilegon mulai terlihat. Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang berlokasi di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Cibeber, tidak sekadar berpindah ke bangunan lebih luas, tetapi juga membawa konsep ruang belajar yang berbeda dari sebelumnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Ismatullah, menyatakan proses pemindahan layanan sedang berjalan bertahap. Targetnya, masyarakat bisa segera menikmati fasilitas yang sudah disiapkan di gedung baru tersebut.
Gedung baru ini dirancang untuk mengubah cara pandang warga terhadap perpustakaan. Di dalamnya tidak hanya tersedia rak buku, tetapi juga ruang tematik yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas.
Beberapa fasilitas penunjang yang disiapkan antara lain mini teater, ruang bedah buku, hingga layanan kearsipan yang difungsikan sebagai pusat dokumentasi sejarah daerah. Konsep ini diharapkan menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang hidup untuk berdiskusi dan melahirkan gagasan baru.
Ismatullah menegaskan bahwa pembangunan gedung ini bukan hanya soal fisik bangunan. Menurutnya, ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan budaya membaca dan kualitas sumber daya manusia di Kota Cilegon.
Pengembangan fasilitas akan terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat ikut mendukung agar perpustakaan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.
Kehadiran gedung baru ini menjadi relevan di tengah kemudahan akses informasi melalui layar gawai. Perpustakaan dituntut menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna dari sekadar menyediakan buku, yakni ruang perjumpaan, kolaborasi, dan inspirasi bagi masyarakat.
Melalui fasilitas yang lebih representatif ini, Cilegon tengah menyiapkan masa depan dengan investasi pengetahuan. Kota yang maju tidak hanya diukur dari megahnya gedung pencakar langit atau pesatnya industri, tetapi juga lahir dari masyarakat yang gemar membaca dan berpikir kritis.