BANTEN — Setelah sukses dengan lini Star Wars, Lego kembali memperluas jajaran Smart Play dengan menggandeng Pokémon. Bukan sekadar replika diam, setiap karakter yang dipasangi Smart Brick bisa mengeluarkan suara, berinteraksi dengan set lain, dan bahkan bertarung layaknya di video game asli. Sesi hands-on singkat terhadap beberapa set yang akan dirilis 1 Agustus mendatang menunjukkan bahwa Lego berhasil menerjemahkan esensi game Pokémon ke dalam bentuk balok fisik.
Smart Brick adalah otak dari setiap set interaktif ini. Saat dimasukkan ke dalam tubuh Pokémon, balok ini mengaktifkan respons suara dan gerakan. Jika ditinggalkan sendirian, karakter akan tertidur dan mengeluarkan suara dengkuran. Dua Pokémon yang didekatkan akan saling bereaksi, mirip adegan dalam serial anime.
Fitur paling menarik adalah sistem pertarungan. Cukup dekatkan dua Pokémon secara berulang seolah saling menabrak, Smart Brick akan menghitung keunggulan tipe elemen dan HP masing-masing. Karakter yang kalah akan pingsan. Untuk memulihkan, pengguna bisa memberikan "potion" yang tersedia di set tertentu. Lego juga menyediakan alat latihan yang kompatibel untuk meningkatkan statistik Pokémon.
Lini perdana ini didominasi oleh 151 Pokémon generasi pertama, namun beberapa favorit dari generasi belakangan seperti Garchomp, Bidoof, dan paket starter Gen 9 juga hadir. Beberapa set merekam adegan ikonik seperti Mewtwo's Lab Break, sementara set lainnya menampilkan momen santai para Pokémon.
Detail kecil yang patut diapresiasi adalah aksesori pendukung. Ada sandwich Smart Play-compatible untuk memberi makan Pokémon, serta mobil-mobilan Squirtle yang mengeluarkan suara "vroom vroom" dari Smart Brick. Mewtwo bahkan datang dengan Masterball mini dari Lego, sementara setiap Smart Tag menampilkan potret Pokémon pendukung lengkap dengan nomor Pokédex.
Setiap Pokémon memiliki suara khas masing-masing, meski tidak meniru persis teriakan 8-bit era Game Boy atau suara modern dari judul terbaru. Lego menciptakan suara orisinal yang terdengar lucu, asalkan pengguna tidak terlalu mementingkan akurasi.
Dari segi visual, Lego mengadopsi tampilan kotak-kotak khas balok untuk sebagian besar wajah Pokémon. Pendekatan ini cocok untuk Geodude dan Bidoof, namun terasa kurang pas untuk Jigglypuff atau Jolteon yang masuk zona uncanny valley. Desain khusus seperti Lapras dan Charizard terlihat sangat akurat, meski leher Charizard terlihat sedikit kaku. Wajah Mewtwo juga tampak seperti kehilangan beberapa keping.
Lego Pokémon Smart Play akan mulai dijual secara global pada 1 Agustus. Rentang harga bervariasi dari USD 15 (sekitar Rp 240 ribu) hingga USD 120 (sekitar Rp 2 miliar). Dengan variasi harga yang lebar, koleksi ini bisa disesuaikan dengan anggaran dan selera masing-masing penggemar.
Setelah setengah jam bermain dengan beberapa set, kesan pertama cukup positif. Lego berhasil menyajikan interpretasi berbeda dari waralaba global ini. Meski tidak sama persis dengan game klasik atau film, pengalaman membangun, melatih, dan bertarung secara fisik tetap terasa magis — terutama bagi penggemar muda yang ingin merasakan menjadi seorang trainer sungguhan.