Pemprov Banten Mulai Arahkan Investasi ke Wilayah Selatan, Infrastruktur Tol Serang-Panimbang Jadi Andalan

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 16:40:31 WIB
Gubernur Banten meninjau proyek Jalan Tol Serang-Panimbang yang menjadi andalan untuk mendorong investasi di wilayah selatan.

SERANG — Realisasi investasi di Banten masih timpang. Data triwulan II 2026 menunjukkan Kabupaten Tangerang mendominasi dengan nilai Rp11,63 triliun atau 36,46 persen dari total investasi provinsi. Disusul Kota Tangerang Rp6,28 triliun dan Kota Tangerang Selatan Rp5,40 triliun.

Sementara itu, kabupaten di selatan seperti Lebak hanya mencatat Rp0,61 triliun atau 1,90 persen. Pandeglang bahkan hanya Rp0,18 triliun atau 0,66 persen. Angka ini jadi alasan utama Pemprov Banten menggeser fokus ke kawasan selatan.

Investor Butuh Lahan Luas, Pemprov Tawarkan Alternatif

Virgojanti menyebut pihaknya khawatir jika investor yang membutuhkan lahan besar ditolak di Tangerang Raya, mereka bisa pindah ke provinsi lain. "Yang penting jangan sampai penuh di sini, ditolak, lalu lari ke provinsi lain. Kalau ada investor yang perlu lahan lebih luas, bicara ke saya, nanti kita undang teman dari selatan," kata Virgojanti, Rabu, 29 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa pengembangan kawasan Banten Selatan bisa menjadi solusi bagi investor yang membutuhkan ruang lebih besar untuk mengembangkan usaha. Selain itu, masuknya investasi ke selatan diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.

"Kita sama-sama bikin yang luar biasa, dan yang kerja masih orang Banten juga," ujarnya.

Tol Serang-Panimbang Jadi Pintu Masuk Investasi Baru

Infrastruktur menjadi kunci dalam rencana ini. Kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas ke wilayah selatan yang sebelumnya terisolasi. Pemprov Banten berharap tol ini membuka peluang pengembangan kawasan industri, pariwisata, pertanian, serta sektor ekonomi lainnya.

Realisasi investasi di Banten Selatan selama ini masih minim. Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi daerah dengan nilai investasi terendah di provinsi tersebut. Kota Serang yang menjadi ibu kota provinsi pun hanya mencatat Rp0,54 triliun atau 1,68 persen.

Sebagai perbandingan, Kota Cilegon yang berada di utara mencatat investasi Rp3,71 triliun atau 11,62 persen. Kabupaten Serang sebesar Rp3,55 triliun atau 11,15 persen. Data ini menunjukkan betapa besarnya kesenjangan antara utara dan selatan Banten.

Pemerataan Jadi Target Utama

Pemprov Banten berharap investor tidak hanya memandang Tangerang Raya sebagai satu-satunya tujuan investasi. Dengan ketersediaan lahan dan dukungan infrastruktur yang semakin baik, Banten Selatan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Virgojanti menegaskan bahwa pemerataan investasi menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperluas basis ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di daerah yang selama ini tertinggal.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top