Kekeringan di Pandeglang Makin Kritis, Baznas Salurkan 48 Ribu Liter Air Bersih untuk 250 KK

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 16:10:01 WIB
Petugas Baznas mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang memaksa warga harus menempuh perjalanan berkilo-kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih. Khalid (46), seorang petani di Kecamatan Sindang Resmi, mengaku setiap hari harus berjalan kaki menuju Sungai Cilimatan, satu-satunya sumber air yang tersisa di tengah musim kemarau.

"Terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum ada bantuan ini saya harus menempuh berkilo-kilo meter untuk sampai di sumber mata air terdekat," ujar Khalid.

Bantuan Diniatkan Cegah Munculnya 'Mustahik' Baru

Distribusi air bersih ini merupakan respons cepat dari Baznas Tanggap Bencana (BTB). Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh tertunda.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air, dampaknya akan langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan," kata Idy dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Idy menambahkan, kekeringan yang berkepanjangan berpotensi menciptakan kelompok mustahik baru jika tidak segera diantisipasi. "Jangan sampai karena kekurangan akses air bersih ini akan timbul mustahik-mustahik baru," ujarnya menegaskan.

Pandeglang: Lumbung Pangan yang Rawan Air

Menurut Idy, Pandeglang menjadi salah satu wilayah prioritas karena kerap mengalami kekeringan setiap tahun. Ironisnya, daerah ini juga dikenal sebagai lumbung pangan di Provinsi Banten.

"Karena itu, penyediaan akses air bersih menjadi sangat urgent. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan aktivitas pertanian sebagai sumber penghidupan," ucap Idy.

Baznas menargetkan pendistribusian air bersih di 34 provinsi terdampak kekeringan dan pascabencana di Indonesia. Hingga tahun 2026, program ini sudah menjangkau 32 titik di wilayah Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara.

Bentuk Bantuan Tak Cuma Tangki Air

Dalam pelaksanaannya, Baznas menyesuaikan intervensi dengan kondisi geografis setiap daerah. Selain mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki, lembaga amil zakat ini juga membangun sumur bor, pipanisasi, hingga menyediakan bak penampungan air.

Idy menekankan bahwa distribusi air bersih merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. "Dalam jangka panjang, diperlukan upaya bersama dan berkelanjutan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap sumber air yang layak dan memadai," pungkasnya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top