BANTEN — PT Bank KB Indonesia Tbk membukukan penyaluran kredit Rp45,68 triliun hingga akhir September 2026, naik 3,07% secara tahunan. Pertumbuhan ditopang segmen wholesale banking yang menguat 11% YoY, sementara pendapatan bunga bersih melesat 28,94% menjadi Rp926 miliar.
Total aset KB Bank tercatat Rp82,91 triliun pada periode yang sama. Bank menyatakan terus mengoptimalkan pengelolaan aset produktif dan liabilitas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas portofolio, dan struktur pendanaan.
Dari sisi profitabilitas, Net Interest Margin (NIM) membaik menjadi 1,71%. Perbaikan margin mencerminkan upaya bank mengoptimalkan pendapatan bunga bersih di tengah tekanan biaya dana industri.
Wholesale Banking Jadi Motor Pertumbuhan Kredit
Segmen wholesale banking mencatat kenaikan 11% YoY dan menjadi penyumbang utama pertumbuhan kredit KB Bank. Strategi ini sejalan dengan fokus perseroan memperkuat hubungan dengan nasabah korporasi.
Penyaluran kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan profil risiko serta kualitas calon debitur. Pendekatan itu tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) yang turun menjadi 21,62% per September 2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya.
KB Bank melanjutkan penyehatan portofolio melalui pengelolaan kredit berkelanjutan, penyelesaian kredit bermasalah, dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit baru.
Dana Pihak Ketiga Rp44,58 Triliun, CASA Rp13,01 Triliun
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) KB Bank tercatat Rp44,58 triliun. Dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA) mencapai Rp13,01 triliun.
Persaingan penghimpunan dana yang semakin kompetitif mendorong bank memperkuat basis pendanaan lewat pengembangan hubungan dengan nasabah korporasi dan ritel. Peningkatan aktivitas transaksi nasabah serta optimalisasi komposisi dana juga menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan intermediasi.
Kutipan Direktur Utama
"Pertumbuhan pendapatan bunga bersih merupakan perkembangan positif dalam perjalanan transformasi KB Bank. Kami akan terus mengoptimalkan kinerja bisnis dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio kredit, pengelolaan pendanaan, dan disiplin dalam pengelolaan risiko," tutur Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie.
Menurut Kunardy, pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring penguatan fundamental agar memberi nilai jangka panjang bagi nasabah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan.
Tantangan Makro dan Strategi Pengelolaan Risiko
Dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, dan persaingan likuiditas di industri perbankan masih menekan kinerja profitabilitas. KB Bank merespons kondisi itu dengan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko pasar dan risiko nilai tukar.
Langkah mitigasi dilakukan melalui pemantauan eksposur sesuai kebijakan internal dan ketentuan yang berlaku. Bank juga mengevaluasi strategi pengelolaan aset dan liabilitas, mengoptimalkan pendapatan, serta memperkuat efisiensi operasional untuk mendukung pemulihan profitabilitas.
Sebagai bagian dari KB Financial Group, KB Bank memperoleh dukungan KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali. Dukungan itu menjadi bagian upaya memperkuat kapabilitas bisnis, tata kelola, dan pengelolaan risiko untuk menjalankan transformasi secara konsisten.
"Ke depan, kami akan terus berfokus pada pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan struktur pendanaan, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Kunardy.