Pencarian

Cadangan BBM Indonesia di Standar 18-21 Hari, Harga Subsidi Tak Naik

Selasa, 22 September 2026 • 18:50:01 WIB
Cadangan BBM Indonesia di Standar 18-21 Hari, Harga Subsidi Tak Naik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM Indonesia berada di standar minimal 18-21 hari.

BANTEN — Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak Indonesia bertahan di standar minimal 18-21 hari di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. Harga BBM bersubsidi juga dipastikan tidak naik hingga akhir tahun, sementara BBM nonsubsidi tetap mengikuti pergerakan harga pasar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan jaminan tersebut dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026). Menurut Bahlil, dua kebijakan ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.

Cadangan BBM Dijaga di Batas Minimal 18-21 Hari

Bahlil menegaskan pemerintah terus memantau ketersediaan cadangan BBM agar tidak turun di bawah ambang aman. Standar 18-21 hari menjadi acuan yang harus dipenuhi dalam kondisi apa pun.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18-21 hari," ujar Bahlil dalam acara tersebut.

Pernyataan itu muncul ketika situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke sejumlah lokasi di Iran di tengah kebuntuan negosiasi soal pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz dan Rantai Pasokan Energi Global

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur terpenting dunia untuk pasokan energi dan perdagangan. Ketegangan di kawasan itu berpotensi mengganggu distribusi minyak mentah ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

AS dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni. Situasi berbalik setelah serangan militer AS ke sejumlah lokasi di Iran.

Iran membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan kerusakan infrastruktur.

Menurut Iran, konflik yang berlangsung sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Korban juga jatuh di pihak Amerika dan Israel akibat serangan balasan Iran.

Harga BBM Nonsubsidi Ikut Mekanisme Pasar

Berbeda dari BBM bersubsidi, harga BBM nonsubsidi akan disesuaikan mengikuti kondisi pasar. Bahlil menjelaskan perubahan itu berkaitan dengan pergerakan harga minyak mentah global yang tercermin dalam Indonesian Crude Price (ICP).

"Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tetapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," kata Bahlil.

Dengan mekanisme tersebut, harga BBM nonsubsidi bisa naik atau turun tergantung perkembangan harga minyak dunia. Sementara untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan sampai akhir tahun.

Dampak ke Konsumen dan Pelaku Usaha

Kepastian harga BBM bersubsidi memberi ruang bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil untuk merencanakan pengeluaran hingga akhir 2026. Sektor transportasi dan logistik menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari kebijakan ini.

Di sisi lain, pengguna BBM nonsubsidi perlu bersiap menghadapi fluktuasi harga yang bergantung pada kondisi pasar global. Gejolak di Timur Tengah menjadi faktor yang wajib dicermati dalam beberapa bulan ke depan.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks