SERANG — Panen raya bawang merah digelar di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, pada Senin (24/8/2026). Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang Febriyanto memimpin panen secara simbolis bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Suhardjo serta jajaran forum koordinasi pimpinan kecamatan setempat.
Kegiatan ini menjadi ujung tombak Program Ratu Tani Bahagia yang digagas Pemkab Serang. Program tersebut menyasar penguatan ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pokok di pasaran.
Produksi Lokal Masih Jauh dari Kebutuhan 400 Ton per Bulan
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengungkapkan, kebutuhan bawang merah masyarakat mencapai 400 ton per bulan atau sekitar 15 ton per hari. Namun, produksi lokal pada 2025 hanya 74 ton dari target 76 ton. Artinya, pasokan dari luar daerah masih mendominasi untuk memenuhi permintaan pasar.
"Tahun 2025 produksi kita hanya 74 ton. Kalau kita hitung kebutuhan per tahun sekitar 5.100 ton," ujarnya saat ditemui usai panen raya.
APBD 2026 Digelontorkan untuk Benih dan Perluasan Lahan
Untuk mengejar ketertinggalan, Pemkab Serang mengucurkan dana APBD 2026 melalui DKPP. Bantuan tersebut berupa pengadaan benih yang digulirkan kepada kelompok tani secara berkelanjutan. Febriyanto menegaskan dana bantuan tidak perlu dikembalikan ke organisasi perangkat daerah (OPD).
"Dana itu tidak perlu dikembalikan kepada OPD, namun terus digulirkan kepada masyarakat untuk berkesinambungan, membangun petani agar kredibilitas dalam bercocok tanam dan swasembada pangan terus lestari," kata Febriyanto mewakili Bupati Serang.
52,2 Hektare Lahan Baru Diusulkan ke Kementan
Pemkab Serang tidak berhenti pada lahan 16,5 hektare yang didanai APBD. Pemerintah daerah telah mengajukan usulan pengembangan lahan bawang merah seluas 52,2 hektare kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Lahan tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan pola tanam bertahap.
"Harapan kami tiap bulan itu ada yang panen. Bawang kan tidak bisa begitu panen langsung makan sekaligus, harus setiap bulan ada," Suhardjo menjelaskan.
Dengan pola ini, panen diharapkan berlangsung sepanjang tahun sehingga pasokan tetap stabil dan harga tidak fluktuatif.
Kampung Hortikultura Jadi Motor Penggerak
Pemkab Serang juga mendorong pembentukan Kampung Hortikultura di sejumlah wilayah. Kelompok perempuan menjadi sasaran utama pemberdayaan untuk memanfaatkan lahan pekarangan. Langkah ini dinilai strategis karena bawang merah termasuk sebelas bahan pokok penyumbang inflasi.
"Bawang merupakan salah satu dari sebelas bahan pokok penting dan penyumbang inflasi. Makanya kita mencoba untuk mengembangkan terus," ujar Suhardjo.
Febriyanto menambahkan, partisipasi aktif masyarakat di tingkat kampung menjadi kunci keberhasilan program. "Jadi setiap kampung, ibu-ibu segera memberdayakan diri, memanfaatkan diri untuk bermanfaat kepada masyarakat, menjadikan kampungnya Kampung Hortikultura," tuturnya.