TANGERANG — Kapolresta Tangerang Kombes Po Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyebut kamtibmas bukan tugas Polri semata. Menurutnya, keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh warga. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan jamaah Masjid Al-Latief, Mapolresta Tangerang.
Kegiatan Jumling sendiri disebut sebagai cara Polri mendekatkan diri ke masyarakat. Selain menyerap aspirasi warga, forum itu dipakai memperkuat sinergi menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tangerang.
Indra Waspada menyatakan langkah tersebut sejalan dengan program prioritas Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto. Prioritasnya mencakup peningkatan kualitas pelayanan, penciptaan ruang publik yang aman, dan penguatan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
"Serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berintegritas," kata dia.
Dalam forum itu, Kapolresta membeberkan sejumlah kasus yang ditangani Polresta Tangerang. Di antaranya pembunuhan di Jambe, pencurian kendaraan bermotor di Cikupa, serta pengungkapan produksi dan peredaran narkotika sintetis.
"Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat agar kita lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan setiap tindak pidana kepada kepolisian," terangnya.
Warga juga diimbau menjaga toleransi dan kerukunan. Indra Waspada meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi serta mengedepankan dialog dan musyawarah saat menyelesaikan persoalan.
Kapolresta menyoroti praktik pemerasan dan penarikan kendaraan yang dilakukan secara melawan hukum. Menurutnya, proses penagihan maupun penarikan kendaraan harus sesuai ketentuan hukum.
Tidak boleh ada intimidasi, ancaman, kekerasan, ataupun perampasan secara sepihak dalam proses tersebut. Persoalan ini kerap muncul di tengah masyarakat sebagai keluhan warga.
Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Indra Waspada mengingatkan risiko penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, tawuran, balap liar, hingga pergaulan negatif.
"Kami juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, tawuran, balap liar, maupun pergaulan negatif," tandasnya.
Rangkaian Jumling ditutup dengan aksi kepedulian sosial berupa paket sembako bagi 100 penerima manfaat. Rinciannya, 38 anak yatim, 20 petugas kebersihan, 22 pengemudi ojek daring dan ojek pangkalan, serta 20 pekerja harian lepas.
Penyaluran bantuan itu menyasar warga yang dinilai paling membutuhkan di sekitar lingkungan Mapolresta Tangerang. Polresta Tangerang menyatakan kegiatan serupa akan berlanjut pada pekan-pekan berikutnya.