SERANG — Walikota Serang Budi Rustandi menyatakan penambahan porsi infrastruktur diputuskan agar pembangunan dasar tidak terputus. Anggaran daerah tahun depan dirancang dengan pendapatan Rp1,758 triliun dan belanja Rp1,760 triliun, sehingga muncul selisih sekitar Rp2 miliar.
“Kita menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, penanganan banjir, perbaikan lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat,” kata Budi, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Angka 31 persen menjadikan infrastruktur sebagai pos belanja terbesar dalam rencana APBD 2027. Sebelumnya alokasi sektor yang sama berada di 29 persen.
Pemkot Serang menempatkan penanganan banjir dan perbaikan lingkungan sebagai bagian dari kebutuhan pembangunan yang harus diselesaikan. Keduanya dinilai menunjang aktivitas warga sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan kota.
Budi menegaskan penyusunan anggaran harus mengacu pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar rutinitas administratif. “Merespons cepat terkait kebutuhan masyarakat biar masyarakat bisa merasakan pembangunan di Kota Serang,” ujarnya.
Rancangan APBD 2027 membukukan pendapatan daerah Rp1,758 triliun berbanding belanja Rp1,760 triliun. Selisih sekitar Rp2 miliar itu menjadi catatan tersendiri dalam dokumen anggaran yang sedang disusun Pemkot Serang.
Di luar infrastruktur dasar, pemerintah kota memasukkan sejumlah agenda strategis. Salah satunya pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Cilowong.
Dua program lain yang masuk arah pembangunan tahun depan adalah pengembangan kawasan pesisir dan transportasi publik ramah lingkungan. Ketiganya menambah daftar belanja sektor lingkungan dan perkotaan yang harus dibiayai dari APBD 2027.
Kenaikan porsi anggaran terjadi di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah. Pendapatan yang diproyeksikan Rp1,758 triliun nyaris habis terserap belanja, menyisakan ruang gerak sangat tipis untuk pembiayaan lain.
Dengan komposisi itu, setiap penambahan alokasi di satu sektor mesti dibarengi penyesuaian di pos lain. Pemkot Serang memilih menambah porsi infrastruktur ketimbang mempertahankan angka 29 persen seperti tahun sebelumnya.
Rancangan APBD 2027 masih berjalan dan belum masuk tahap penetapan bersama DPRD Kota Serang. Besaran final tiap pos, termasuk rincian kegiatan infrastruktur, akan bergantung pada pembahasan anggaran berikutnya.