BANTEN — PLN Indonesia Power Services meneken kontrak penyediaan kapasitas pembangkit 40 MW di Gardu Induk Embalut, Kalimantan Timur, pada Senin (26/10/2026). Tambahan daya itu dipakai untuk memperkuat cadangan pasokan Sistem Interkoneksi Kalimantan yang menanggung beban rumah tangga dan industri di pulau tersebut.
Kapasitas 40 MW itu disediakan lewat layanan Rental Power Services yang dijalankan PLN IP Services untuk PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara. Skema sewa daya dipilih agar penambahan pasokan bisa menyesuaikan kebutuhan sistem, bukan menunggu pembangunan pembangkit baru yang butuh waktu tahunan.
Penandatanganan kontrak berlangsung di Tenggarong, wilayah kerja GI Embalut. General Manager PLN UIK Dwipantara, Sujana, menilai langkah itu sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan daya di sistem kelistrikan Kalimantan.
Kontrak ini bukan pembelian mesin pembangkit, melainkan penyediaan kapasitas daya siap pakai. PLN IP Services menanggung kesiapan unit, aspek keselamatan operasi, dan efisiensi agar 40 MW bisa masuk ke sistem saat dibutuhkan.
Bagi PLN UIK Dwipantara, kapasitas tambahan itu berfungsi sebagai cadangan daya. Fungsinya menutup selisih antara pasokan yang tersedia dan permintaan puncak, terutama ketika beban naik di luar perkiraan atau ada pembangkit yang harus berhenti untuk pemeliharaan.
“Penyediaan kapasitas 40 MW di GI Embalut merupakan langkah penting untuk menjaga kecukupan daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan,” ujar Sujana.
Ia berharap kerja sama berjalan optimal sehingga masyarakat dan industri mendapat layanan listrik yang andal.
Direktur Utama PLN IP Services, Hari Cahyono, menyatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan sistem kelistrikan lewat penyediaan kapasitas pembangkit yang andal dan optimal. Pernyataan itu menempatkan PLN IP Services sebagai penyedia daya, sementara PLN UIK Dwipantara sebagai pengelola kebutuhan sistem di wilayahnya.
“PLN IP Services siap mendukung kebutuhan sistem kelistrikan melalui penyediaan kapasitas pembangkit yang andal dan optimal,” kata Hari Cahyono.
Pembagian peran ini lazim di internal PLN Group. Anak perusahaan penyedia layanan pembangkit mengisi kekosongan daya jangka pendek, sementara unit induk pembangkitan tetap memegang perencanaan operasi sistem.
Sistem Interkoneksi Kalimantan melayani wilayah yang luas dengan pusat beban tersebar, dari permukiman di sekitar Tenggarong hingga kawasan industri dan pertambangan. Jarak antar-pusat beban yang jauh membuat pasokan dari satu titik tidak selalu bisa langsung menutup kekurangan di titik lain.
Konsumsi listrik di pulau ini juga bergerak naik seiring perluasan aktivitas industri pengolahan dan pembangunan kawasan ekonomi. Penambahan kapasitas di GI Embalut memposisikan gardu induk tersebut sebagai salah satu simpul penopang pasokan di jaringan interkoneksi.
PLN IP Services menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan PLN Group untuk menghadirkan solusi energi terintegrasi. Informasi soal layanan perusahaan bisa diakses melalui portal resmi plnipservices.co.id.
Bagi pelanggan rumah tangga maupun industri di Kalimantan, nilai kontrak 40 MW ini terasa lewat satu hal: berkurangnya risiko pemadaman saat beban puncak. Bagi PLN Group, langkah ini memperlihatkan pola kerja antar-entitas dalam menjaga keandalan pasokan tanpa harus menunggu proyek pembangkit baru selesai.