SERANG — Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya menyampaikan hal itu saat mendampingi atlet asal Kabupaten Serang pada POTRADDA III Banten 2026. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar atlet mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Pembinaan jangka panjang dinilai tidak bisa digantikan dengan persiapan singkat menjelang pertandingan. Anas menegaskan prestasi tidak lahir secara instan.
"Tentunya dari pertandingan ini kita bisa melihat bahwa pembinaan perlu kita lakukan. Karena pembinaan itu sangat penting bagaimana nanti atlet-atlet dapat berjuang dan berprestasi," kata Anas di Cilegon.
POTRADDA III Banten 2026 mempertandingkan lima jenis olahraga tradisional. Rinciannya, hadang putra/putri diikuti 112 atlet, terompah panjang putra/putri 80 atlet, egrang putra/putri 64 atlet, sumpitan beregu dua putra satu putri 24 atlet, dan gasing 8 atlet.
Ketua Panitia POTRADDA III Banten 2026 Imam Santoso menyebut ajang ini menjadi sarana melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian kekayaan budaya bangsa. Kegiatan tersebut juga diarahkan mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga.
"Tujuannya untuk menumbuhkan semangat sportivitas, mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta mengenalkan dan mewariskan nilai-nilai olahraga tradisional kepada generasi muda, khususnya di Provinsi Banten," ujar Imam.
Anas mengakui pembinaan olahraga tradisional di Kabupaten Serang masih terbatas. Ia berharap dukungan semua pihak, terutama anggota DPRD Kabupaten Serang, untuk memperbesar ruang pembinaan atlet.
"Selama ini mungkin kita masih kurang pembinaannya. Ya mudah-mudahan ke depan tahun-tahun depan kita bisa mendapatkan dana pembinaan untuk melatih atlet-atlet biar bertandingnya lebih berprestasi lagi ke depan," ungkapnya.
Menurut Anas, pembinaan perlu dirancang dalam rentang waktu panjang. "Karena itu mungkin tidak ada prestasi yang instan, perlu ada pembinaan jangka panjang," ucapnya.
POTRADDA III Banten 2026 mempertemukan kontingen dari delapan kabupaten dan kota. Imam menilai pertemuan antar-daerah itu memperkuat semangat kompetisi sehat sekaligus mempererat hubungan antar peserta.
"POTRADDA diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap olahraga tradisional, meningkatkan semangat kompetisi yang sehat, serta mempererat hubungan dan kebersamaan antar peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten," tuturnya.
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, jajaran Dispora Banten, serta para Kepala Disporapar dari delapan kabupaten dan kota. Hadir pula Staf Ahli Bupati Serang Encup Suplikah dan Rachmat Maulana, Asda I Kabupaten Serang Syamsudin, Asda II Febriyanto, Asda III Ida Nuraida, Kepala Bakesbangpol Haryadi, Kepala Dinkes dr. Efrizal, dan Kepala Bidang KIP Diskominfo Kabupaten Serang Ahmad Jajuli.
Bagi Kabupaten Serang, hasil POTRADDA menjadi bahan evaluasi pembinaan tahun depan. Disporapar menargetkan pelatihan atlet berjalan lebih awal sebelum agenda daerah berikutnya digelar.