BANTEN — Bruno Guimarães mengaku kehilangan banyak waktu tidur sebelum memutuskan hengkang dari Newcastle United ke Arsenal pada bursa transfer musim panas. Gelandang Brasil itu menyebut kepindahannya penuh air mata, tetapi ia menegaskan butuh tantangan baru dalam kariernya.
Keputusan Guimarães meninggalkan St James' Park bukan perkara mudah. Ia sudah membangun ikatan kuat dengan Newcastle sejak didatangkan dari Lyon pada Januari 2022, termasuk mengantar klub lolos ke Liga Champions dan menjuarai Carabao Cup 2025 yang mengakhiri penantian 70 tahun trofi domestik.
Guimarães mengungkapkan proses perpisahan dengan rekan-rekannya berlangsung emosional. Ia menyebut dirinya dan para pemain Newcastle sama-sama menangis saat ia pamit.
"Sulit bagi saya mengucapkan selamat tinggal. Saya ingat saat saya pamit ke para pemain, saya menangis. Mereka juga menangis karena kami seperti keluarga di sana," kata Guimarães.
Ia juga mengaku kehilangan banyak malam tanpa tidur karena keputusan itu berat, baik bagi dirinya maupun keluarganya. Namun Guimarães menilai Newcastle sedang memasuki fase rotasi baru, dengan sejumlah pemain dan pelatih Eddie Howe juga pergi.
Guimarães menyelesaikan kepindahan senilai £75 juta ke Arsenal. Menurutnya, Arsenal melihat dirinya sebagai elemen berbeda untuk membongkar pertahanan lawan, ditambah etos kerja dan agresivitas khasnya.
Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Gol pertamanya untuk Arsenal tercipta saat melawan Sunderland pada September dan membuka jalan kemenangan 2-0. Dua laga Premier League kemudian, ia mencetak gol kemenangan di kandang melawan Leeds.
Rabu lalu di Liga Champions, Guimarães nyaris mencetak gol penting di markas Bayern Munich. Sundulan jarak dekatnya digagalkan Manuel Neuer dengan penyelamatan luar biasa yang membuat bola membentur mistar.
"Dia melakukan keajaiban. Saya bertanya setelah pertandingan: 'Bagaimana kamu bisa menyelamatkan itu?' Dia bilang: 'Saya tidak tahu. Saya hanya menyelamatkannya!'" ujar Guimarães.
Laga itu berakhir 2-2 setelah Declan Rice menyamakan kedudukan pada menit ke-82. Arsenal disebut terus berjuang hingga akhir.
Guimarães kini menikmati duet di lini tengah bersama Rice dan Martin Ødegaard. Ia menilai fleksibilitas posisi membuat ketiganya bisa saling mengisi sebagai nomor 6, 8, atau 10.
"Declan bisa bermain seperti saya, sebagai nomor 6, 8, atau 10. Pelatih masih mencari versi terbaik kami," ucapnya.
Soal perseteruan lamanya dengan Rice saat masih di Newcastle, Guimarães mengaku keduanya kini berteman. Rice bahkan sempat mengirim pesan saat Guimarães bersiap bergabung: "Tidak ada lagi pertengkaran, sekarang kita teman."
Yang paling membekas bagi Guimarães adalah mentalitas kolektif Arsenal di bawah Mikel Arteta. Ia menyebut ada keinginan menang yang tak pernah puas di dalam tim.
"Mentalitas klub sudah banyak berubah dan Arteta menunjukkan itu dengan sempurna," kata Guimarães.
Arsenal berikutnya menjamu Everton di Premier League. Bagi Guimarães, laga tandang ke Newcastle pada 21 November nanti jelas punya arti tersendiri, dan ia berharap bisa membangun ikatan sekuat di Newcastle bersama klub barunya.