BANTEN — Lisandro Martinez dikabarkan berencana meninggalkan Manchester United lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Bek asal Argentina itu disebut tidak lagi melihat masa depan jangka panjang di Old Trafford setelah melontarkan kritik terbuka terhadap manajemen klub. Kontraknya masih berjalan hingga akhir musim Premier League 2026-27, tetapi hubungan kedua pihak kini berada di titik terendah.
Kabar soal kepergian Martinez pertama kali dilaporkan Manchester Evening News. Laporan itu menyebut sang pemain telah memberi sinyal bahwa ia tidak membayangkan bertahan di Manchester United melampaui masa kontraknya. Old Trafford memang masih memegang opsi perpanjangan 12 bulan, tetapi peluang klub mengaktifkan klausul itu disebut semakin kecil.
Pemicu ketegangan datang dari laga Liga Champions melawan Atletico Madrid. Manchester United tampil buruk dan kalah di Wanda Metropolitano, kekalahan yang membuat Martinez angkat bicara dengan nada tajam. Bek 28 tahun itu mengkritik perekrutan klub pada bursa transfer musim panas, yang secara tidak langsung menyoroti kinerja direktur teknik Jason Wilcox.
Kritik tersebut mengejutkan karena datang setelah musim pertama yang solid di bawah Michael Carrick pada 2025-26. Manchester United finis di posisi ketiga dan memastikan tiket kembali ke Liga Champions. Fondasi yang terlihat kokoh itu justru retak oleh pernyataan Martinez seusai laga di Spanyol.
Martinez kemudian berusaha meredakan situasi lewat unggahan di Instagram. Ia menegaskan komentarnya lahir dari rasa frustrasi dan menyerukan persatuan di internal Manchester United ke depan. Carrick sendiri menyatakan persoalan antara klub dan pemain sudah ditangani secara internal serta tidak akan mengganggu tim.
Meski pihak klub menyebut masalah selesai, ketidakpastian soal masa depan Martinez belum sirna. Peluang Manchester United memperpanjang kontraknya selama 12 bulan tambahan kini dinilai lebih kecil dari sebelumnya. Bila bek tengah itu tetap pada pendiriannya, kepergian pada musim panas mendatang menjadi skenario paling masuk akal.
Rumor soal tujuan berikutnya pun mulai muncul. Martinez dikabarkan lebih memilih pindah ke Spanyol, dengan Atletico Madrid disebut sebagai klub yang paling erat dikaitkan. Ironis memang, klub yang baru saja mempermalukan Manchester United di Liga Champions itu justru masuk dalam radar sang pemain.
Bagi Carrick, situasi ini menambah beban di tengah upaya membangun konsistensi skuad. Martinez adalah bagian penting dari lini belakang, dan kehilangannya lebih cepat dari jadwal akan memaksa klub mencari pengganti di pasar transfer. Manchester United juga masih harus menjaga suasana ruang ganti agar polemik ini tidak merembet ke performa di lapangan.
Sampai saat itu terjadi, Old Trafford hanya bisa menunggu. Kontrak masih mengikat, opsi perpanjangan masih ada di tangan klub, tetapi keinginan pemain untuk bertahan tampaknya sudah goyah.