BANTEN — Qualcomm membantah laporan yang menyebut chip Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengalami masalah panas berlebih atau overheating. Bantahan disampaikan menyusul kabar dari Korea Selatan bahwa Samsung tengah menimbang opsi melewati chip tersebut untuk lini flagship-nya. Isu ini muncul jelang peluncuran sejumlah ponsel Android teratas yang dikonfirmasi memakai chip tersebut.
Dalam keterangannya kepada 9to5Google, Qualcomm menegaskan pihaknya bangga dengan inovasi dan momentum platform flagship generasi berikutnya. Perusahaan juga menyebut terus bekerja sama dengan produsen perangkat global (OEM) untuk menghadirkan pengalaman pengguna premium.
Qualcomm menepis anggapan bahwa chip terbarunya punya masalah termal sistemik. “Recent reporting about thermal issues related to Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 is inaccurate,” kata juru bicara Qualcomm, dikutip dari 9to5Google.
“We are proud of the innovation and strong momentum behind our next-generation flagship platform and continue to work closely with global OEMs to deliver premium user experiences,” lanjut pernyataan tersebut.
Chief Marketing Officer Qualcomm Don McGuire turut menegaskan hal serupa lewat balasan di X. Menurutnya, tidak ada masalah termal yang bersifat sistemik pada chip tersebut.
Laporan dari Korea Selatan menyebut Samsung sedang membahas isu panas berlebih pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 bersama Qualcomm. Samsung disebut tengah menimbang berbagai opsi, termasuk kemungkinan melewati chip tersebut dan beralih ke Exynos 2700 untuk perangkat flagship-nya.
Klaim itu berbobot karena menyangkut keputusan lini produksi Samsung. Namun Qualcomm menolak premis laporan tersebut dan menyatakan kerja sama dengan para OEM tetap berjalan erat.
Chip ini membawa dua inti berkecepatan 5GHz. Peningkatan performa CPU dan GPU-nya disebut signifikan dibandingkan Gen 5 yang sebelumnya sudah tergolong kencang.
Sejumlah perangkat telah dikonfirmasi akan memakai chip flagship teratas ini. Daftarnya mencakup Motorola Signature 27, Xiaomi 18, Redmagic 12 Pro Plus, Honor Magic 9 Pro Max, dan OnePlus 16.
Isu termal menjadi sensitif bagi Qualcomm karena chip ini menjadi otak bagi banyak ponsel Android kelas atas. Bila rumor berlanjut, produsen bisa menunda atau mengubah rencana peluncuran perangkat mereka.
Bagi pengguna di Indonesia, chip ini relevan karena sejumlah merek yang masuk pasar lokal, seperti Xiaomi dan Honor, masuk dalam daftar perangkat yang dikonfirmasi memakainya. Kinerja termal menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen kelas flagship, terutama untuk gaming dan penggunaan berat.
Qualcomm memilih menutup isu dengan pernyataan resmi ketimbang membiarkan spekulasi berkembang. Langkah itu wajar menjelang periode peluncuran perangkat yang akan memakai chip tersebut.