SERANG — Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyatakan seleksi inkubasi ini menjadi pintu awal bagi program pendampingan intensif UMKM agar naik kelas. Peserta yang dinyatakan lolos akan menjalani pendampingan tiga hari di awal, lalu dilanjutkan selama tiga bulan.
Materi pendampingan mencakup perbaikan kemasan, strategi pemasaran, penguatan kelembagaan, hingga pengurusan legalitas usaha seperti sertifikat halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Najib menyebut seluruh peserta yang mengikuti tahapan seleksi sudah berproduksi lebih dari satu tahun. Ketentuan itu menjadi bagian dari target dinas agar UMKM Kabupaten Serang bertahap naik kelas.
"Peserta sudah berproduksi lebih dari setahun. Ini bagian dari target dinas agar UMKM Serang bertahap naik kelas," katanya.
Dalam proses kurasi, setiap peserta membawa portofolio produk untuk dinilai berdasarkan omzet penjualan dan jangkauan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri.
"Dikurasi produknya, sudah berapa penjualan, pemasarannya bagaimana. Portofolio dibawa dan dinilai," jelas Najib.
Ada tiga klaster unggulan UMKM Kabupaten Serang yang masuk program inkubasi ini:
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 500 tahun Kabupaten Serang Melayani Umat.
Najib menegaskan penguatan pasar lokal menjadi langkah pertama sebelum produk UMKM Serang didorong ke pasar ekspor. Produk khas daerah yang belum memiliki HKI juga akan mendapat pendampingan.
"Harapannya penguatan pasar lokal dulu, selanjutnya produk yang potensial kita dorong ekspor. Produk khas yang belum punya HKI juga kita dampingi. Dari ribuan UMKM, tiap tahun harus ada yang naik kelas," pungkasnya.
Pemkab Serang menargetkan setiap tahun ada UMKM yang berhasil naik kelas dari total ribuan pelaku usaha di daerah tersebut. Program inkubasi ini menjadi salah satu instrumen untuk mencapai target itu.