TANGERANG — Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops-CC) BPBD Kabupaten Tangerang mencatat 469 kejadian kedaruratan sepanjang September 2026. Catatan itu mencakup kebakaran, distribusi air bersih, penyelamatan, hingga evakuasi.
Kebakaran menjadi jenis kejadian terbanyak dengan 219 kasus. Di urutan berikutnya, distribusi atau pengiriman air bersih tercatat 191 kejadian. Angka ini menggambarkan persoalan lain yang muncul bersamaan dengan musim kemarau, ketika air menjadi barang yang harus didatangkan, bukan sekadar mengalir dari keran.
Kebakaran dan Kebutuhan Air Meningkat di Musim Kemarau
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang H. Achmad Taufik menyatakan tingginya kejadian kebakaran dan kebutuhan air bersih berkaitan dengan kondisi musim kemarau. Karena itu, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan disiagakan selama 24 jam.
"Petugas Damkar dan Penyelamatan siaga 24 jam melayani laporan masyarakat melalui Call Center 112," kata Achmad Taufik.
BPBD Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta mewaspadai potensi kebakaran akibat korsleting listrik dan pembakaran sampah.
18 Sarang Tawon hingga 17 Evakuasi Ular: Pekerjaan yang Tak Selalu Terlihat
Di luar kebakaran dan distribusi air bersih, petugas BPBD menangani berbagai persoalan yang mungkin terdengar kecil, tetapi tetap membutuhkan keahlian dan peralatan khusus. Sepanjang September, tercatat 18 operasi pemusnahan sarang tawon dan 17 evakuasi ular.
Petugas juga melakukan sembilan evakuasi kunci, empat evakuasi biawak, dan empat evakuasi binatang peliharaan. Ada pula tiga operasi pemotongan cincin.
Sementara pohon tumbang, evakuasi benda berharga, evakuasi hewan lain, dan penanganan orang tenggelam masing-masing tercatat satu kejadian.
Layanan Darurat Bebas Pulsa untuk Warga
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat dapat menghubungi Call Center 112 yang bebas pulsa. Layanan juga tersedia melalui nomor 021-5984343 atau WhatsApp Center 0812-1229-4343.
Rekapitulasi 469 kejadian ini menunjukkan pekerjaan petugas BPBD tidak melulu berhadapan dengan api dan bencana berskala besar. Ada pula urusan sehari-hari warga yang membutuhkan bantuan karena situasi sudah tidak bisa ditangani sendiri.