BANTEN — Sungai Cigerendong di Dusun Cukanggaeluh, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menawarkan wisata air alami dengan tepian batuan karst yang landai. Lokasinya hanya 10-15 menit berkendara dari jalan raya utama, dan pengunjung cukup membayar retribusi parkir Rp3.000 untuk motor serta Rp10.000 untuk mobil. Kawasan ini tengah menguji coba kayak dan area loncat tebing bagi wisatawan pencari adrenalin.
Pengelola Objek Wisata Cigerendong, Suherli Sopyan Saori, menyebut kawasan itu awalnya jadi tempat berkumpul favorit para pemandu wisata Batu Lumpang. Alasan mereka rutin singgah: suasana teduh dan relatif hening. Dari kebiasaan itu, warga setempat mulai menata kawasan hingga kini dibuka untuk umum.
Yang membedakan Cigerendong dari destinasi sungai lain adalah struktur geologisnya. Tepian sungai terbentuk dari formasi batuan karst atau cadas dengan kemiringan landai, sehingga nyaman dipakai duduk santai sambil memandang aliran air.
Vegetasi hijau di sekeliling sungai menambah kesan sejuk. Airnya jernih dan cocok untuk berenang, bermain air, atau sekadar mencari ketenangan di alam terbuka.
Kawasan ini berada di Dusun Cukanggaeluh, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Dari jalan raya utama, waktu tempuh berkisar 10-15 menit perjalanan berkendara. Aksesnya tergolong mudah dijangkau, baik dengan sepeda motor maupun mobil pribadi.
Hingga kini pengelola belum memberlakukan tiket masuk. Wisatawan hanya dikenakan retribusi parkir: Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Untuk wahana kayak, tarifnya Rp150.000 per orang dengan ketentuan maksimal empat orang per rombongan.
Kedalaman Sungai Cigerendong bervariasi antara dua hingga empat meter. Karena itu, pengelola memberlakukan standar keselamatan ketat. Setiap wisatawan yang hendak berenang wajib mengenakan jaket pelampung dan didampingi pemandu.
"Tempatnya sangat nyaman untuk bersantai atau mandi-mandi. Struktur tempatnya terbilang khas; meski ada area serupa di tempat lain, di sini terasa lebih istimewa," kata Suherli, akhir pekan lalu.
Debit dan arus sungai bisa meningkat deras saat musim hujan. Suherli menegaskan pengawasan intensif dari pemandu lokal jadi keharusan mutlak demi keselamatan wisatawan. Sebaiknya konfirmasi kondisi terkini ke pengelola atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat, terutama di musim penghujan.
Durasi ideal untuk menikmati Cigerendong sekitar dua hingga tiga jam, cukup untuk berenang, mencoba kayak, dan bersantai di tepian karst. Bawa pakaian ganti, alas kaki anti-slip, dan tetap patuhi instruksi pemandu selama berada di area sungai.