Pencarian

Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Fokus ke Piala Asia

Selasa, 06 Oktober 2026 • 21:22:01 WIB
Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Fokus ke Piala Asia
Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

BANTEN — Timnas Indonesia menutup penantian 35 tahun dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Gelar regional ini langsung dialihkan menjadi modal menghadapi Piala Asia di Arab Saudi pada Januari mendatang.

Laga final yang berlangsung Senin, 5 Oktober 2026 malam itu harus diselesaikan selama 120 menit sebelum adu penalti. Skor 2-2 bertahan hingga perpanjangan waktu usai, dan eksekusi dari titik putih memastikan trofi juara bertahan di Jakarta.

Kemenangan tersebut mengakhiri puasa gelar internasional level senior Indonesia selama 35 tahun. Namun perayaan di SUGBK tidak berlangsung lama karena agenda berikutnya sudah menanti di level yang jauh lebih berat.

Piala Asia Januari Jadi Tolok Ukur Sebenarnya

Pengamat sepak bola nasional Alief Sachviar menilai gelar ASEAN Cup baru langkah awal. Menurutnya, ukuran sebenarnya bagi perkembangan Timnas Indonesia justru terletak pada penampilan di Piala Asia.

"Tapi memang jangan lupa bahwa gelar juara ini masih di awal. Karena ukuran bagi Timnas adalah di Piala Asia nanti Januari tahun depan di Arab Saudi," ujar Alief Sachviar.

Piala Asia di Arab Saudi menjadi kesempatan mengukur sejauh mana skuad Garuda mampu bersaing dengan tim-tim level Asia. Ajang itu juga menjadi batu ujian sebelum ambisi yang lebih besar dipertaruhkan.

Mental Juara dan Dukungan Tuan Rumah

Pengamat sepak bola Kusnaini menyoroti daya juang pemain sepanjang pertandingan final. Menurutnya, tekanan besar di laga puncak justru berhasil diubah menjadi kemenangan.

"Kunci kemenangan timnas garuda di pertandingan final adalah mental juara. Para pemain menunjukkan karakternya yang luar biasa, menunjukkan mental bertanding yang sangat baik," kata Kusnaini.

Faktor non-teknis turut disebut berperan. Alief Sachviar menilai kehadiran puluhan ribu suporter di SUGBK dan dukungan Presiden Prabowo Subianto meningkatkan motivasi pemain di lapangan.

"Kalau saya melihat faktor dukungan tuan rumah ya, terutama di final penonton banyak sekali dan juga ada bapak presiden Prabowo Subianto. Jadi banyak faktor non teknis yang membuat motivasi pemain juga meningkat," katanya saat diwawancara RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.

Erick Thohir: Bukan Bangsa yang Mudah Kalah

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut keberhasilan ini sebagai pelajaran penting menuju target berikutnya. Ia menegaskan persiapan serius menjadi syarat mutlak jika Indonesia ingin kembali tampil di Piala Dunia.

"Ini pelajaran bagus buat seluruh pemain, buat coach, bahwa kalau memang kita mau masuk piala dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat. Tapi kita bangsa Indonesia, kita bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," ujar Erick Thohir.

Trofi FIFA ASEAN Cup kini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Garuda. Momentum itu dituntut tetap terjaga sebelum menghadapi raksasa-raksasa Asia pada Piala Asia mendatang.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks