BANTEN — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan BUMN tekstil yang lebih kuat, menilai sektor ini menyerap banyak pelaku usaha kecil mulai dari penjahit hingga industri rumahan. Pernyataan itu disampaikan usai rapat internal di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Dukungan tersebut muncul di tengah tekanan impor yang dinilai mengancam keberlangsungan industri dalam negeri.
Paragraf pembuka: Rencana pembentukan BUMN tekstil masih sebatas wacana, tetapi Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji tidak menyembunyikan sikap positifnya. Menurutnya, industri tekstil punya karakter berbeda dari sektor manufaktur lain karena rantai usahanya menjangkau banyak pelaku kecil. Ia pun menyinggung sejumlah persoalan yang masih membelit sektor ini, mulai dari tekanan impor hingga koordinasi antar-kementerian yang belum optimal.
Sarmuji menilai tekstil bukan sekadar industri besar dengan pabrik dan mesin. Di bawahnya, ada lapisan usaha kecil yang jumlahnya sangat banyak dan menggantungkan hidup dari sektor ini. Penjahit, usaha konveksi rumahan, hingga pedagang bahan kain menjadi bagian dari ekosistem yang sama.
"Karena tekstil itu turunannya sangat banyak ya, termasuk di sektor-sektor industri kecil sangat banyak turunannya, penjahit-penjahit macam-macam sangat banyak," kata Sarmuji di Jakarta.
Karena itu, ia menyambut baik jika pemerintah benar-benar mendorong pembentukan BUMN tekstil yang lebih kuat. Menurutnya, keberadaan BUMN semacam itu bisa menjadi penopang bagi rantai usaha yang lebih luas, bukan hanya pemain besar.
"Memang masih ada banyak