PMI Kabupaten Bekasi Bangun Instalasi Air Bersih di Serang Baru, Produksi Capai 100.000 Liter per Hari

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 04 September 2026 | 07:18:01 WIB
PMI Kabupaten Bekasi meresmikan instalasi pengolahan air bersih dan air minum darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.

BEKASI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mendirikan instalasi pengolahan air bersih dan air minum darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Fasilitas ini menyasar warga yang kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau berkepanjangan melanda sebagian wilayah kabupaten.

Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih, menyampaikan bahwa pendirian instalasi tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam memberikan layanan kemanusiaan, khususnya di tengah siaga bencana El Niño.

"Dalam ulang tahun PMI yang ke-81 ini, kita dalam keadaan siaga bencana El Niño. Jadi kita lebih titik berat memberikan peningkatan pelayanan, distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak," katanya, Kamis (3/9).

Kapasitas Produksi hingga 150.000 Liter per Hari untuk Empat Kecamatan

Instalasi ini tidak hanya menyaring air untuk kebutuhan sanitasi, tetapi juga dilengkapi sistem pengolahan higienis sehingga air siap dikonsumsi langsung sebagai air minum.

"PMI sekarang ini sedang mendirikan instalasi air bersih darurat. Kita fokus membantu masyarakat memberikan pelayanan di bidang air bersih dan juga langsung air minum," ujar Ahmad Kosasih.

Dari sisi produksi, PMI memastikan kapasitas harian mencapai 100.000 liter. Jumlah tersebut dapat ditambah jika diperlukan.

"Kapasitas kita bisa sampai per hari 100.000 liter. Kalau mau memenuhi 150.000 liter juga bisa, hanya produksinya perlu kita istirahatkan," ungkapnya.

Prioritas Pelayanan dan Ketentuan Pengambilan Air

Distribusi air bersih diprioritaskan bagi warga terdampak di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah, dan Bojongmangu. PMI juga menyiagakan empat armada untuk mendukung pendistribusian ke titik-titik yang membutuhkan.

Masyarakat yang membutuhkan dapat mengambil air secara langsung di lokasi instalasi, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun mobil tangki pengangkut air.

“Kita berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan," kata Ahmad Kosasih.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top