TANGERANG — Tujuh unit sekolah baru (USB) yang dibangun Pemprov Banten tahun 2025 mulai beroperasi. Keberadaan sekolah-sekolah ini diharapkan memangkas jarak tempuh pelajar dan meredakan kekhawatiran warga saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat sistem zonasi.
Enam sekolah lainnya yang ikut diresmikan adalah SMKN 16 Kabupaten Tangerang, SMKN 12 Kota Tangerang, SKh 01 Kabupaten Serang, SMKN 2 Cihara Kabupaten Lebak, SMAN 9 Kota Serang, dan SMKN 17 Kabupaten Pandeglang.
Peresmian USB ini berbarengan dengan penguatan Program Sekolah Gratis (PSG) untuk sekolah swasta. Sepanjang 2025, program tersebut telah menjangkau 801 SMA, SMK, dan SKh swasta dengan total penerima manfaat 60.705 siswa.
"Kita arahkan untuk mewujudkan pendidikan yang semakin merata, terjangkau dan berkualitas," kata Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).
Menurut Andra Soni, pembangunan fisik sekolah saja tidak cukup. Yang lebih penting, kata dia, adalah menghadirkan kesempatan belajar yang lebih dekat dan lebih luas bagi anak-anak di Provinsi Banten.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK sederajat di Banten naik dari 63,50 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025. Adapun Angka Partisipasi Kasar (APK) meningkat dari 79,42 persen menjadi 82,97 persen dalam periode yang sama.
Kenaikan APK sebesar 3,55 poin persentase itu, menurut Andra Soni, justru menjadi alasan Pemprov Banten terus memperkuat kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat. "Karena itu, pekerjaan kita belum selesai," ujarnya.
Peresmian SMAN 33 Sepatan mendapat sambutan hangat warga sekitar. Ketua RT setempat, Muhadi (64), mengaku lega karena penantian panjang untuk mendapatkan akses pendidikan terjangkau akhirnya terealisasi di era Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah.
"Tapi sekarang Alhamdulillah. Kami sangat bersyukur adanya program sekolah gratis ditambah lagi dengan adanya sekolah baru ini yang lebih dekat," jelas Muhadi.
Warga lain, Tri Hardi (60), menyebut keberadaan sekolah baru ini menyelesaikan persoalan zonasi yang selama ini dikeluhkan setiap tahun. "Kami sangat senang dan bangga. Karena selama ini keluhan warga setiap PPDB itu pasti zonasi. Tapi dengan adanya sekolah ini, persoalan itu sudah terselesaikan," pungkasnya.
Ke depan, percepatan pembangunan USB bergantung pada kesiapan lahan dari pemerintah kabupaten/kota. Gubernur Andra Soni menilai prosedur pengadaan lahan menjadi tahap paling panjang dalam proses pembangunan.
"Lahannya disiapkan oleh masing-masing Kabupaten/Kota, pembangunan infrastrukturnya Provinsi," jelasnya.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyatakan kesiapan jajarannya berkolaborasi dengan Pemprov Banten untuk pembangunan USB berikutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin memastikan sekolah-sekolah baru itu akan dioptimalkan lewat pemenuhan fasilitas dan peningkatan mutu pembelajaran, termasuk penguatan kemitraan SMK dengan dunia usaha dan industri.