KABUPATEN TANGERANG — Pemprov Banten meresmikan tujuh unit sekolah baru (USB) yang tersebar di enam kabupaten/kota, menambah daya tampung 1.356 peserta didik, dengan acara utama di SMAN 33 Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan menengah di Banten, yang juga didorong lewat program Sekolah Gratis.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, pembangunan USB tidak sekadar mendirikan gedung. "Tidak hanya sekedar membangun gedung sekolah, tetapi lebih dari itu guna menghadirkan kesempatan belajar yang lebih dekat dan lebih luas bagi anak-anak di Provinsi Banten," katanya dalam sambutan.
Ketujuh USB tersebut adalah:
Sekolah-sekolah baru ini diharapkan memangkas jarak tempuh pelajar dan menambah pilihan sekolah negeri di daerah masing-masing.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan APM SMA/SMK sederajat Banten naik dari 63,50 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025. Angka partisipasi kasar (APK) juga meningkat dari 79,42 persen menjadi 82,97 persen, atau bertambah 3,55 poin persentase dalam satu tahun.
Gubernur mengingatkan, pencapaian itu belum cukup. "APM 65,28 persen berarti masih ada ruang yang sangat besar untuk kita tingkatkan. APK 82,97 persen juga menunjukkan bahwa masih banyak anak Banten yang harus kita pastikan memperoleh akses pendidikan menengah," ujarnya.
Selain lewat pembangunan gedung, pemerataan pendidikan diperkuat Program Sekolah Gratis (PSG). Pada 2025, program ini menjangkau 801 SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SKh) swasta dengan total 60.705 siswa penerima manfaat.
Soal lahan, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa penyiapan lahan menjadi kewenangan kabupaten/kota, sementara pembangunan infrastruktur ditanggung provinsi. "Lahannya disiapkan oleh masing-masing Kabupaten/Kota, pembangunan infrastrukturnya Provinsi," katanya. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyambut baik skema tersebut. "Oleh karena itu kita siap berkolaborasi bersama Pemprov dalam pembangunan USB ke depan," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin memastikan USB yang baru dibangun akan dioptimalkan melalui pemenuhan guru, tenaga kependidikan, dan sarana prasarana penunjang. Dia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola sekolah dan kemitraan dengan dunia usaha.
"Kami terus mendorong penguatan kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi, karakter dan daya saing untuk bekerja maupun berwirausaha," jelas Jamaluddin. Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan sosial dan pendidikan, termasuk sembako, bantuan anak yatim piatu, guru ngaji, musala, masjid, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.