Gubernur Banten Andra Soni Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor, Nilai Pelepasan Komoditas Capai Rp 40,8 Miliar

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:24:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni melepas ekspor komoditas unggulan senilai Rp 40,8 miliar di BKHIT Banten, Kota Tangerang, Jumat (21/8/2026).

TANGERANG — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan daerahnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM. Namun, potensi itu dinilai belum optimal jika hanya berhenti sebagai komoditas yang diproduksi dan dikonsumsi di dalam daerah.

“Potensi tersebut harus kita dorong agar tidak berhenti sebagai komoditas yang diproduksi dan dikonsumsi di dalam daerah,” ungkap Andra Soni saat acara Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten di BKHIT Banten, Jl C3 Panjang, Benda, Kota Tangerang, Jumat (21/8/2026).

Pelepasan Ekspor Senilai Rp 40,8 Miliar

Dalam kesempatan itu, Andra Soni bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding melepas ekspor sarang walet, manggis, dan kepiting senilai Rp 40,8 miliar. Komoditas tersebut menjadi bagian dari gelaran yang disebut 'Merdeka Ekspor' tersebut.

Andra Soni mengapresiasi langkah Badan Karantina Indonesia dan BKHIT Banten yang menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, acara ini menjadi bentuk nyata komitmen memperkuat ekspor komoditas unggulan sekaligus mendorong UMKM agar semakin mampu menembus pasar internasional.

Klinik Ekspor dan Bazar UMKM Jadi Jembatan Pelaku Usaha

Gubernur menilai kehadiran klinik ekspor sangat strategis bagi pelaku UMKM. Ia menyebut para pelaku usaha membutuhkan informasi, konsultasi, pendampingan, fasilitasi, kepastian persyaratan, hingga akses terhadap jejaring pasar.

“Kita ingin UMKM Banten bukan hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan produksi, konsistensi mutu, kemasan, legalitas, sertifikasi dan kapasitas memenuhi permintaan pasar global,” ucapnya.

Selain klinik ekspor, Bazar UMKM Orientasi Ekspor juga dihadirkan sebagai ruang mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Dalam bazar tersebut, sejumlah komoditas unggulan dipamerkan seperti tanaman hias, buah naga, manggis, salak, olahan sarang burung walet, tas pandan, hingga ikan mas sinyonya.

Kualitas Produk Jadi Kunci Tembus Pasar Global

Andra Soni menegaskan bahwa dalam perdagangan internasional, kualitas adalah bahasa yang dipahami semua negara. Produk yang masuk ke pasar global harus mematuhi standar yang ditetapkan negara tujuan, dan di sinilah peran karantina menjadi sangat penting.

“Sinergi Badan Karantina Indonesia dengan Pemprov Banten harus terus diperkuat. Kita ingin ekosistem ekspor Banten bekerja dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

Senada dengan itu, Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa karantina harus menjadi fasilitator dan akselerator ekspor. Pihaknya menggelar pelatihan tentang standar negara tujuan ekspor untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“Masalah utama ekspor saat ini adalah menjaga konsisten mutu produk,” ucap Karding. Ia juga mengingatkan bahwa pemeriksaan tidak hanya menyangkut kualitas dan kesehatan, tetapi juga pengelolaan produksi, treatment, dan lokasi pengolahan.

Data Ekspor BKHIT Banten Naik Signifikan

Kepala BKHIT Banten Dumasari Margaretha melaporkan terjadi peningkatan ekspor di wilayahnya. Ekspor hewan naik 21 persen, ikan naik 279 persen, dan tumbuhan naik 25,4 persen.

“Ekspor didominasi ke Asia timur dan Asia Tenggara,” ungkap Dumasari.

Pemprov Banten sendiri berkomitmen terus mendorong UMKM untuk naik kelas. Andra Soni menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat kualitas dan pemenuhan standar persyaratan ekspor agar produk Banten semakin dikenal di pasar dunia.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top