AFC Tolak Banding Persib Bandung, Denda Rp 3,57 Miliar dan Laga Tanpa Penonton Tetap Berlaku

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:28:01 WIB
Persib Bandung resmi menerima penolakan banding dari AFC atas sanksi denda Rp3,57 miliar dan larangan penonton.

BANTEN — Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Persib yang berharap keringanan hukuman. Dengan ditolaknya banding, seluruh sanksi dari Komite Disiplin AFC pada 13 Mei 2026 tetap berlaku penuh, tanpa perubahan berarti.

"Status keputusan banding: banding yang diajukan Persib Bandung ditolak sepenuhnya," tulis AFC dalam pernyataan resminya.

Denda Rp 3,57 Miliar Wajib Dilunasi dalam 30 Hari

Konsekuensi finansial menjadi beban terberat. Persib diwajibkan membayar denda sebesar US$200 ribu atau setara Rp3,57 miliar. AFC memberi tenggat pembayaran paling lambat 30 hari sejak surat keputusan banding diterbitkan.

"Persib Bandung wajib melunasi total denda 200 ribu dolar AS (Rp3,57 miliar) yang harus dilunasi dalam waktu 30 hari sejak tanggal pemberitahuan keputusan ini," demikian bunyi amar putusan AFC.

Dua Laga Kandang Tanpa Bobotoh, Satu dengan Masa Percobaan

Selain denda, Persib juga harus menggelar dua pertandingan kandang di kompetisi Asia tanpa penonton secara berturut-turut. Namun ada celah: hukuman untuk laga kandang kedua bersifat masa percobaan selama dua tahun.

Artinya, jika Persib tidak mengulang pelanggaran serupa dalam periode tersebut, laga kandang kedua tetap bisa disaksikan langsung oleh Bobotoh. Keputusan ini memberi sedikit ruang napas bagi klub di tengah hukuman yang nyaris menyeluruh.

Pemicu Sanksi: Pitch Invasion dan Enam Pelanggaran Lain

Hukuman ini berakar dari insiden pitch invasion yang dilakukan Bobotoh saat Persib menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026. Laga tersebut merupakan partai terakhir fase grup AFC Champions League Two.

AFC mencatat setidaknya enam kategori pelanggaran serius. Mulai dari penyalaan kembang api dan flare, pelemparan objek ke lapangan, hingga kerusakan fasilitas stadion. Tindakan kekerasan fisik dan verbal terhadap tim lawan serta perangkat pertandingan juga masuk dalam daftar pelanggaran.

Yang lebih memberatkan, AFC menilai Persib gagal memastikan ketertiban, keamanan, dan keselamatan selama pertandingan. Pelanggaran terkait akses serta jalur evakuasi penonton ikut menjadi dasar hukuman.

Konsekuensi Jangka Panjang bagi Reputasi Persib

Putusan ini bukan sekadar soal denda dan larangan penonton. Reputasi Persib di pentas Asia ikut tercoreng, dan catatan disiplin ini bisa memengaruhi penilaian AFC untuk edisi turnamen berikutnya.

Dengan tenggat pembayaran yang ketat, manajemen Maung Bandung kini harus bergerak cepat. Keputusan ini juga menjadi peringatan keras bagi seluruh klub Indonesia yang berlaga di kompetisi AFC: pengelolaan suporter bukan sekadar seremonial, melainkan tanggung jawab hukum yang konsekuensinya nyata.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top