Pencarian

Freeport Berpotensi Tambah Investasi USD 40 Miliar, Kas Negara Bisa Raup Rp 715 T

Jumat, 09 Oktober 2026 • 13:53:01 WIB
Freeport Berpotensi Tambah Investasi USD 40 Miliar, Kas Negara Bisa Raup Rp 715 T
MoU komitmen investasi Freeport ditandatangani di Amerika Serikat.

BANTEN — PT Freeport Indonesia berpotensi menyuntikkan tambahan investasi hingga USD 40 miliar atau setara Rp 715 triliun ke Indonesia, seiring perpanjangan kontrak operasi perusahaan tambang emas dan tembaga itu. Nota kesepahaman komitmen investasi tersebut telah ditandatangani di Amerika Serikat. Pemerintah menilai aliran modal ini akan memperbesar penerimaan negara melalui dividen, pajak, dan royalti.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan angka tersebut dalam 14th US-Indonesia Investment Summit 2026 di Jakarta. Menurutnya, perpanjangan kontrak Freeport dengan nilai tambahan investasi USD 40 miliar berpeluang menarik investor lain untuk masuk ke Indonesia.

Estimasi itu jauh melampaui proyeksi yang dihitung INDEF, yang menyebut potensi tambahan investasi sekitar USD 20 miliar dalam 20 tahun ke depan. Airlangga menuturkan, MoU terkait komitmen investasi tersebut sudah diteken di Amerika Serikat, meski rincian skema dan tenggat pelaksanaannya belum dipaparkan.

Dividen dan Pajak Jadi Sumber Penerimaan Baru

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai penambahan nilai investasi dan porsi saham Freeport akan memperbesar pemasukan kas negara. Sumbernya datang dari dividen, pajak, royalti, dan pungutan lain yang selama ini menjadi komponen setoran sektor tambang.

"Penambahan nilai investasi (termasuk potensi tambahan investasi sekitar USD 20 miliar dalam 20 tahun ke depan) dan porsi saham memperbesar pemasukan kas negara melalui dividen, pajak, royalti, dan pungutan lainnya," kata Esther.

Dampak ke kas negara akan makin besar bila porsi saham pemerintah naik menjadi 63%. Dengan komposisi itu, porsi dividen yang disalurkan lewat MIND ID dan BUMN terkait akan ikut membengkak.

Smelter Gresik Jadi Penopang Hilirisasi

Investasi berkelanjutan Freeport juga dinilai memperkuat hilirisasi di dalam negeri. Fasilitas pengolahan dan pemurnian di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik menjadi tumpuan untuk memperkuat rantai pasok industri domestik.

Keberadaan smelter tersebut berperan menaikkan nilai ekspor sekaligus menekan impor bahan olahan. Pemerintah berkepentingan menjaga agar sebagian besar konsentrat diproses di dalam negeri sebelum dikirim ke pasar global.

Tambahan 12% Saham Perkuat Kendali Negara

Dari sisi pengelolaan sumber daya, penyesuaian izin dan kesepakatan baru mencakup pengalihan tambahan 12% saham kepada pemerintah. Langkah itu membuat posisi tawar dan kendali negara atas pengelolaan tambang Freeport semakin kuat.

Perpanjangan kepastian operasi menjadi kunci bagi perusahaan untuk merancang belanja modal jangka panjang. Tanpa kepastian itu, ekspansi tambang bawah tanah dan pengembangan kapasitas smelter berisiko tertunda.

Pekerja Asli Papua Tembus 40%

Investasi jangka panjang Freeport berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Proporsi pekerja asli Papua di lingkungan PT Freeport Indonesia diklaim terus naik dan sudah melewati 40%.

"Proporsi pekerja asli Papua di lingkungan PTFI terus meningkat (mencapai lebih dari 40%), didukung investasi jangka panjang pada pendidikan, pelatihan, serta posisi teknis hingga manajerial," ujar Esther.

Kenaikan porsi itu ditopang program pendidikan dan pelatihan yang disiapkan untuk mengisi posisi teknis sampai manajerial. Perusahaan menyiapkan jalur karier bagi putra daerah agar tidak hanya mengisi posisi non-struktural.

Belanja Sosial Rp 2 Triliun dan Infrastruktur Wilayah

Dana investasi sosial Freeport sepanjang 2025 mencapai Rp 2 triliun. Perusahaan berencana melanjutkan program serupa sekitar USD 100 juta atau setara Rp 1,7 triliun per tahun.

Alokasi itu dipakai membangun jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan di sekitar wilayah operasional. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan juga menyasar masyarakat sekitar tambang.

"Investasi berkelanjutan mendorong pembangunan infrastruktur wilayah (jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan) serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bagi masyarakat sekitar," pungkas Esther.

Bagi investor, kepastian perpanjangan kontrak Freeport menjadi sinyal positif untuk sektor tambang dan industri pengolahan. Namun besaran setoran ke kas negara pada akhirnya bergantung pada harga komoditas, volume produksi, dan struktur kepemilikan saham yang final.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks