Pencarian

Rusia Disebut Punya Armada Kapal Drone Laut Baru, Jelajah 500 Km Bawa Muatan 1 Ton

Kamis, 27 Agustus 2026 • 13:21:31 WIB
Rusia Disebut Punya Armada Kapal Drone Laut Baru, Jelajah 500 Km Bawa Muatan 1 Ton
Rusia dikabarkan memiliki sembilan varian kapal drone laut dengan jangkauan hingga 500 kilometer dan kapasitas muatan satu ton.

BANTEN — Ukraina membeberkan bukti baru yang menunjukkan Rusia telah mengembangkan setidaknya sembilan varian kapal drone laut dengan spesifikasi yang jauh lebih agresif dari perkiraan sebelumnya. Temuan ini dirilis melalui kanal resmi United24 dan menjadi peringatan dini akan ancaman baru di kawasan perairan Laut Hitam dan sekitarnya.

Berbeda dari drone udara yang sudah umum dikenal, kapal-kapal ini dirancang untuk beroperasi di permukaan air tanpa awak, mampu membawa bahan peledak, torpedo, hingga peralatan pengintaian udara dalam sekali jalan. Beberapa varian bahkan diklaim dapat melaju hingga 55 knot atau setara 100 km/jam tanpa kendali manusia.

Varian Andalan: BEK-1000 dan Zefir

Dari seluruh katalog yang dirilis, dua model menonjol karena kombinasi daya angkut dan jangkauannya. BEK-1000 menjadi varian paling berat dengan kapasitas angkut satu ton penuh, mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer sebelum perlu pengisian ulang. Kecepatan jelajahnya mencapai 40 knot.

Sementara itu, varian Zefir dan Orkan dirancang untuk misi serang dengan jangkauan 400 kilometer, kecepatan 35 knot, dan kapasitas muatan sekitar 400 kilogram. Kedua model ini dikategorikan sebagai platform serang pantai dan serangan terhadap kapal dagang di area konflik.

Varian Katran memiliki peran berbeda: kapal ini menjadi induk bagi drone FPV (first-person view) yang diluncurkan dari jarak 100 hingga 200 kilometer dari garis pantai. Adapun Murena-300s membawa drone udara yang dapat terbang hingga ketinggian 100 meter di atas permukaan air, sekaligus bisa dipasangi torpedo.

Evolusi dari 2014: Dari Skanda ke Vizir-700

Program kapal drone Rusia ternyata bukan hal baru. Prototipe awal bernama Skanda sudah diuji coba di Danau Ladoga pada 2014, lalu diuji lagi di dekat Sevastopol pada 2019. Generasi pertama ini hanya mampu menempuh 150 kilometer dengan kecepatan minimal 20 knot.

Perkembangan pesat terjadi pada model-model berikutnya. Varian Iskatel mampu membawa 600 kilogram muatan dengan kecepatan 25 knot dan bisa bertahan di laut selama tujuh hari penuh. Kapal katamaran Farvater menempuh 250 kilometer pada 32 knot, sementara model Trezubets ditenagai dua motor 320 tenaga kuda yang menghasilkan kecepatan 30 knot.

Untuk misi tempur jarak dekat, Vizir-700 menjadi varian paling mematikan. Kapal ini membawa 600 kilogram muatan, melaju hingga 80 km/jam, dan dilengkapi dudukan senapan mesin serta roket di bagian depan.

Reaksi Ukraina dan Keterbatasan yang Masih Ada

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan perlunya meningkatkan tekanan langsung ke wilayah Rusia menyusul temuan ini. "Kami perlu membawa perang kembali ke wilayah Rusia," ujarnya dalam forum pemuda pada 12 Agustus 2026. Ia juga mendesak negara-negara sekutu untuk memperkuat sistem pertahanan udara sebelum musim gugur, mengantisipasi mobilisasi besar-besaran di Rusia.

Pejabat Ukraina menyatakan pabrik-pabrik yang memproduksi kapal-kapal ini merupakan target militer yang sah selama konflik berlangsung, mengingat peran langsungnya dalam produksi senjata.

Namun, analis militer mengingatkan bahwa klaim Ukraina belum dapat diverifikasi secara independen. Sebagian angka yang dirilis mungkin menggambarkan kapabilitas ideal, bukan kondisi operasional nyata di lapangan. Sistem navigasi kapal drone juga masih rentan terhadap gangguan sinyal (jamming) dan deteksi radar, terutama di medan perang elektronik yang semakin canggih seperti saat ini.

Publikasi katalog ini tampaknya disengaja untuk menarik perhatian global terhadap ekspansi program drone laut Rusia sebelum eskalasi berikutnya terjadi di kawasan maritim.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks