BANTEN — PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp8 per saham, dengan total nilai yang dibagikan mencapai Rp46,73 miliar. Keputusan Direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada 16 Oktober 2026 itu menyerap 76,57% dari laba bersih perseroan senilai Rp61,03 miliar hingga semester I-2026.
Pembagian dividen interim AXIO tercatat sebagai salah satu rasio pembayaran tertinggi di jajaran emiten teknologi data pada periode laporan semester pertama. Angka Rp46,73 miliar yang dialokasikan setara 76,57% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp61,03 miliar.
Dewan Komisaris menyetujui keputusan Direksi pada 16 Oktober 2026, sehingga pembagian dividen interim tahun buku 2026 resmi masuk agenda korporasi perseroan.
Dividen akan mengalir ke rekening pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date pada 30 Oktober 2026. Dengan demikian, investor yang membeli saham AXIO setelah tanggal tersebut tidak berhak atas pembagian dividen interim periode ini.
Jadwal pembayaran yang jatuh pada akhir November memberi waktu sekitar satu bulan bagi perseroan untuk menyelesaikan proses administrasi dan transfer ke rekening pemegang saham.
Setelah alokasi dividen interim, AXIO masih memegang saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp206,12 miliar. Total ekuitas perseroan tercatat Rp574,13 miliar.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa pembagian dividen tidak menggerus struktur permodalan perseroan secara signifikan. Saldo laba ditahan yang tersisa masih memberi ruang bagi AXIO untuk membiayai kebutuhan operasional maupun ekspansi usaha.
Bagi pemegang saham, dividen Rp8 per saham menjadi sinyal bahwa perseroan memilih membagikan sebagian besar laba semester pertama ketimbang menahannya sebagai laba ditahan. Kebijakan ini biasanya menarik bagi investor yang mengutamakan pendapatan rutin, meski perlu dicatat bahwa dividen interim tidak selalu berlanjut pada periode berikutnya.
Rasio pembayaran dividen sebesar 76,57% tergolong agresif. Perseroan menahan hanya sekitar 23% laba bersih semester I-2026 sebagai tambahan laba ditahan.
Investor perlu mencermati apakah pembagian sebesar itu dapat dipertahankan pada semester kedua, terutama bila kebutuhan belanja modal AXIO meningkat. Tanpa proyeksi laba penuh tahun 2026 dalam keterbukaan informasi, besaran dividen final masih bergantung pada kinerja paruh kedua.
Pembagian dividen interim tahun buku 2026 ini juga menjadi acuan bagi pemegang saham dalam menghitung imbal hasil, dengan catatan yield efektif baru bisa diukur setelah harga saham AXIO pada periode cum date dan recording date 30 Oktober 2026 diketahui.