SpaceX Batasi Starshield di Ukraina, Serangan Drone Lumpuh

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:52:31 WIB
Seorang tentara Ukraina mengoperasikan drone yang dipandu sinyal satelit di wilayah Banten.

BANTEN — SpaceX membatasi akses layanan satelit militer Starshield di Ukraina, melumpuhkan sebagian besar drone serang dan sistem pertahanan udara Kyiv. Pembatasan berlaku pada terminal yang bergerak di atas 160 km/jam, diberlakukan tanpa penjelasan resmi dari pemerintah Amerika Serikat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh SpaceX sengaja membatasi akses ke Starshield, versi militer dari jaringan satelit Starlink. Menurut laporan militer Ukraina, sistem komunikasi satelit tersebut tidak lagi berfungsi pada terminal yang bergerak dengan kecepatan di atas 160 km/jam.

Perubahan itu diberlakukan tanpa penjelasan apa pun dari pihak Amerika Serikat. Ukraina sendiri memasang penerima sinyal Starlink pada banyak drone sebagai bagian dari sistem pemandu bawaan.

Starshield adalah unit bisnis SpaceX yang mengembangkan sistem satelit militer dan intelijen untuk Pentagon. Layanan ini terpisah dari Starlink komersial, meski perbedaan di antara keduanya kerap kabur.

SpaceX menyatakan Starlink tidak boleh digunakan untuk tindakan militer ofensif, hanya untuk kegiatan defensif atau penggunaan klien sipil. Starshield justru mengizinkan kemampuan tersebut, dengan enkripsi tingkat lanjut untuk mengirim informasi sensitif.

Starshield juga memberikan kemampuan mengintegrasikan sensor pada objek seperti drone. Komunikasi amannya bergantung pada Starlink, jaringan yang terdiri dari 11.000 satelit di luar angkasa.

Dampak ke Drone dan Pertahanan Udara Ukraina

Pembatasan ini melumpuhkan sebagian besar drone yang digunakan Ukraina untuk menyerang jauh ke garis belakang pertahanan musuh. Sistem pertahanan udara yang bertugas menghentikan drone Rusia dalam membombardir Kyiv juga ikut terhambat.

Ukraina mengandalkan Starlink untuk mengarahkan banyak drone jarak menengah menuju target. Drone Shahed milik Rusia terbang dengan kecepatan mendekati 320 km/jam, sehingga drone pencegat Ukraina tidak memiliki peluang mengejarnya.

Sebagai catatan, Starlink tidak digunakan untuk misi jarak jauh Ukraina yang sukses menargetkan kilang minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir.

Siapa yang Memutuskan Pembatasan

Elon Musk menyatakan militer Ukraina terhubung dengan Starshield, karena Starlink tidak dilisensikan untuk klien yang menggunakan senjata. Menurutnya, segala gangguan pada Starshield yang dialami Ukraina menjadi tanggung jawab pemerintah AS, bukan SpaceX.

"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan pemerintah AS. Segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS," kata Musk, merujuk pada Donald Trump.

Gedung Putih belum mengonfirmasi atau membantah pernyataan Musk. Pemerintahan Trump memang menekan Ukraina untuk membatasi serangan terhadap target energi di dalam wilayah Rusia.

Reaksi Zelenskyy dan Tekanan Politik di AS

Dalam wawancara dengan Piers Morgan, Zelenskyy mengaku merasa dikhianati secara pribadi oleh Trump dan menyatakan Kyiv kehilangan mitra yang kuat.

"Keputusan ini akan membawa banyak korban jiwa tentu saja, banyak orang akan mati," katanya.

Di AS, Partai Demokrat mengecam keras kebijakan tersebut. "Trump membuat pilihan dan ini secara langsung membantu pembantaian Putin terhadap warga sipil Ukraina," tulis politisi Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS dalam unggahan di X.

Senator Partai Republik Tom Tillis juga menyuarakan kekhawatiran. "Mendukung kedaulatan Ukraina atau setidaknya, membiarkannya terjadi tidak seharusnya menjadi area abu-abu bagi pemerintah AS maupun perusahaan-perusahaan Amerika," sebutnya di X.

Pembatasan Starshield menempatkan SpaceX di pusat tarik-menarik geopolitik antara kewajiban kontraknya dengan Pentagon dan tekanan politik pemerintahan Trump terhadap Kyiv. Bagi Ukraina, ketergantungan pada infrastruktur satelit yang dikendalikan pihak asing menjadi risiko operasional yang nyata di medan perang.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top