TANGERANG — Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Riyatno menyampaikan penilaian tersebut dalam keterangannya di Tangerang. Menurut dia, sektor kesehatan mencatat pertumbuhan signifikan, di mana realisasi semester I 2026 naik Rp 800 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Selain kesehatan, sektor pendidikan tinggi ikut mengangkat posisi Banten di peta investasi nasional. Riyatno menyebut keberadaan Monash University Indonesia di BSD sebagai penanda bahwa provinsi ini punya daya tarik bagi institusi pendidikan bertaraf internasional.
Di sektor perhotelan dan pariwisata, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinilai sangat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan asing. Pengembangan infrastruktur kepariwisataan, terutama menuju KEK Tanjung Lesung, disebut membuat Banten menjadi destinasi primadona baru.
"Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia," kata Riyatno.
Secara makro, ekonomi Banten mencatatkan pertumbuhan 5,45 persen pada semester I 2026, berada di atas rata-rata nasional. Aliran investasi menempatkan Banten di posisi lima besar secara nasional.
"Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai," ujar Riyatno.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan, sejak 2024 provinsi ini memiliki kawasan International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) di BSD, Kabupaten Tangerang. Kawasan itu juga menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif dan digital.
Sejumlah pusat industri dan ekonomi terus berkembang, antara lain BSD, Lippo, dan Sedayu di wilayah Tangerang Raya, kawasan industri di Kota Cilegon dan Serang, serta KEK Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.
Pemprov Banten melengkapi infrastruktur penunjang investasi, mulai dari ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, hingga jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor.
"Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah," ujar Wagub Dimyati.
Dimyati menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur PT Banten West Java (Tanjung Lesung SEZ) Poernomo Siswoprasetijo dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi. Kerja sama itu mencakup pengembangan destinasi dan fasilitas terjun payung berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung, ditargetkan beroperasi pada Desember 2026.
Menurut Wagub, langkah tersebut akan mendorong KEK Tanjung Lesung menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata. Prospek ini didukung penyelesaian akses Jalan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan rampung tahun depan.
"Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten," jelas Wagub Dimyati.