PBSI Apresiasi Rp4,5 Miliar untuk Atlet Usai 2 Emas Asian Games 2026

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:50:31 WIB
Ketua Umum PBSI Fadil Imran memberikan sambutan dalam acara syukuran atlet bulu tangkis di Pelatnas Cipayung, Rabu (7/10).

BANTEN — PBSI mengucurkan apresiasi total Rp4,5 miliar kepada para pemain bulu tangkis yang meraih 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu di Asian Games 2026. Ketua Umum Fadil Imran menegaskan capaian itu tidak boleh membuat atlet terlena, dengan Olimpiade Los Angeles 2028 tetap jadi target besar.

Syukuran atas prestasi Asian Games 2026 digelar di Pelatnas Cipayung, Rabu (7/10). Selain apresiasi untuk para pemain, PBSI juga memberikan penghargaan kepada manajer, pelatih, dan tim pendukung yang bekerja di balik layar.

Fadil Imran menyebut hasil di Asian Games memberi keyakinan tambahan bahwa proses pembinaan dan regenerasi yang dibangun dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Namun ia meminta para pemain tidak cepat berpuas diri.

Fadil Imran: Mulai Terlihat Bukan Berarti Selesai

"Hasil Asian Games memberi kami keyakinan bahwa proses pembinaan dan regenerasi yang sedang dibangun mulai menunjukkan hasil," kata Fadil seusai acara.

"Tetapi saya selalu ingatkan anak-anak, jangan cepat puas. Mulai terlihat bukan berarti selesai. Masih banyak yang harus kita evaluasi dan perbaiki. Perjalanan kita masih panjang, dan tujuan besarnya tetap sama: membangun prestasi yang konsisten menuju Olimpiade Los Angeles 2028," ujarnya.

Dalam sambutannya di panggung, Fadil meminta para atlet menikmati momen kemenangan sebelum kembali berlatih. Pesannya soal atlet besar yang selalu haus juara jadi penekanan utama.

"Hari ini kalian boleh bangga. Nikmati. Peluk orang tua, ucapkan terima kasih pada orang tua dan pelatih. Syukuri kesempatan yang ada," tutur Fadil.

"Setelah itu, kembali berlatih. Karena atlet besar bukan hanya atlet yang pernah jadi juara, tetapi yang selalu haus untuk jadi juara."

Apresiasi Rp4,5 Miliar dan Terima Kasih untuk Semua Pihak

Fadil menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, NOC Indonesia, KONI, sponsor dan mitra klub, Pengprov, media, serta masyarakat Indonesia atas doa dan dukungan yang diberikan selama perhelatan Asian Games 2026.

"Terima kasih kepada pemerintah, kepada NOC Indonesia, KONI, sponsor dan mitra klub, Pengprov, teman-teman media, serta seluruh masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya," kata Fadil.

"Hari ini kita bersyukur, setelah ini kita kembali bekerja, berlatih, dan berjuang untuk Merah Putih."

Soal apresiasi senilai Rp4,5 miliar, Fadil menekankan penghargaan tidak hanya untuk mereka yang berdiri di podium. Pelatih, tim performa, ofisial, staf, karyawan pelatnas, dan banyak pihak di belakang layar ikut mendapat bagian.

"Kita membawa pulang dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Tentu kami bangga, tetapi yang ingin kami apresiasi bukan hanya mereka yang berdiri di podium," ujar Fadil.

"Ada para pelatih, tim performa, ofisial, staf, dan karyawan pelatnas, serta banyak orang yang bekerja di belakang layar. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama."

Taufik Hidayat: Asian Games Jangan Jadi Bumerang

Wakil Ketua Umum PBSI Taufik Hidayat menegaskan bonus dan apresiasi akan selalu mengiringi prestasi. Karena itu, fokus atlet harus tetap pada prestasi, bukan pada reward yang menyertainya.

"Karena tanpa ada prestasi nggak mungkin ada reward, bonus. Jadi saya harap Asian Games ini jangan jadi bumerang. Bahwa tujuan kita tetap, kepengurusan kita ini adalah Olimpiade 2028," kata Taufik.

Taufik mengakui regenerasi yang dijalankan PBSI baru berjalan sekitar dua tahun. Ia menyaksikan langsung saat tim beregu melaju ke final dan menilai proses pembinaan memang belum selesai.

"Mudah-mudahan ini jadi satu motivasi untuk ke depannya bahwa kita percaya bahwa regenerasi itu harus dijalankan," ujar Taufik.

"Olahraga nggak ada yang instan, kita butuh proses. Mudah-mudahan ini ke depannya kita akan konsolidasi lagi dengan anak-anak untuk lebih baik lagi."

Harapan Regenerasi dan Target Olimpiade 2028

Fadil berharap prestasi di Asian Games menumbuhkan gairah regenerasi di kalangan generasi berikutnya. Ia membayangkan anak-anak muda yang menonton pertandingan bulu tangkis Indonesia tumbuh dengan keinginan membela Merah Putih.

"Suatu hari saya ingin membela Indonesia seperti mereka. Kalau perasaan itu terus hidup, maka visi menjadikan bulu tangkis menjadi kegembiraan dan kebanggaan akan terus hidup," kata Fadil.

Dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, PBSI menutup Asian Games 2026 dengan modal kepercayaan diri. Namun baik Fadil maupun Taufik sepakat bahwa pekerjaan rumah berikutnya jauh lebih besar: menjaga konsistensi prestasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

"Hari ini, kita bersyukur, besok sudah bekerja kembali," ujar Fadil.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top