Pemkab Tangerang Siapkan Perbup Pelestarian Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi di Sekolah

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:47:31 WIB
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan penyusunan Peraturan Bupati untuk pelestarian bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi di satuan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan rancangan Peraturan Bupati untuk memperluas pelestarian bahasa lokal di satuan pendidikan, mencakup bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi. Regulasi ini digodok agar seluruh sekolah memiliki dasar menjalankan lomba dan kegiatan kebahasaan secara rutin. Bupati Maesyal Rasyid menyatakan ketiga bahasa itu wajib dijaga dan diwariskan ke generasi muda.

TANGERANG — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyebut penyusunan regulasi ini sebagai upaya mengabadikan kekayaan seni, budaya, dan bahasa daerah yang tumbuh di wilayahnya. Menurut dia, payung hukum berbentuk Peraturan Bupati diperlukan supaya kegiatan kebahasaan tidak berhenti di acara seremonial.

"Kita tuangkan dalam bentuk Peraturan Bupati, supaya seluruh sekolah bisa melaksanakan kegiatan lomba sekaligus memelihara dan mengabadikan bahasa yang ada di Kabupaten Tangerang," kata Maesyal di Tangerang, Minggu.

Gebyar FTBI 2026 Jadi Ajang Penguatan Warisan Budaya

Penyelenggaraan Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Yayasan Budi Pekerti, Kecamatan Solear, diproyeksikan sebagai penguatan warisan budaya ke generasi muda. Maesyal menilai festival ini menjadi salah satu bentuk nyata pelibatan pelajar dalam menjaga bahasa daerah.

"Ketiga bahasa ini harus kita lestarikan dan abadikan sebagai wujud bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang cinta terhadap bahasanya. Ini juga menjadi kebanggaan kita," ujar dia.

37 Pelajar SD dan SMP Berlaga di Lima Kategori

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilli Windu Rezeki Seganda, mengatakan FTBI 2026 diikuti oleh 37 peserta dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Para peserta berkompetisi dalam sejumlah kategori, mulai dari menulis cerpen berbahasa daerah, pidato bahasa daerah, monolog, hingga berbalas pantun.

Dilli menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, kreatif, dan peduli terhadap warisan leluhur. Menurutnya, kompetisi kebahasaan menjadi ruang latihan yang lebih hidup dibanding pembelajaran di kelas semata.

"Ini menjadi bagian dari komitmen bersama agar bahasa, budaya, dan sejarah Tangerang tetap hidup serta dikenal oleh generasi penerus," katanya.

Mengapa Perbup Dibutuhkan Sekolah

Rancangan Perbup yang tengah disiapkan Pemkab Tangerang akan menjadi dasar bagi sekolah-sekolah untuk menggelar lomba kebahasaan secara berkala. Tanpa regulasi, kegiatan semacam FTBI rawan bergantung pada inisiatif masing-masing sekolah dan mudah terhenti saat pergantian pengelola.

Tiga bahasa yang menjadi fokus pelestarian — Sunda, Jawa, dan Betawi — mencerminkan komposisi budaya masyarakat Kabupaten Tangerang yang beragam. Pemkab menargetkan pelestarian tidak berhenti pada lomba, tetapi masuk ke kebiasaan harian pelajar di lingkungan sekolah dan keluarga.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top