138 Kebakaran di Kota Tangerang Juli-Agustus 2026, Kerugian Capai Rp6,23 Miliar

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 30 September 2026 | 15:12:02 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyampaikan data kebakaran periode Juli-Agustus 2026.

BPBD Kota Tangerang mencatat 138 peristiwa kebakaran sepanjang Juli-Agustus 2026 dengan total kerugian mencapai Rp6,23 miliar. Kerugian terbesar terjadi pada Juli 2026 senilai Rp5,71 miliar, dipicu kebakaran di Kecamatan Benda yang diperkirakan merugikan Rp5 miliar. Sepanjang dua bulan tersebut, Kecamatan Pinang menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi, yakni 19 kali.

TANGERANG — Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyebut kerugian akibat 138 peristiwa kebakaran selama Juli-Agustus 2026 mencapai Rp6,23 miliar. Angka itu terbagi dalam 73 kejadian pada Juli dan 65 kejadian pada Agustus, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tangerang.

Kerugian pada Juli 2026 tercatat Rp5,71 miliar, sementara Agustus Rp520 juta. Selisihnya cukup jauh karena satu kebakaran besar di Kecamatan Benda menyumbang hampir seluruh nilai kerugian bulan tersebut.

Kebakaran di Kecamatan Benda Sumbang Kerugian Rp5 Miliar

"Kerugian terbesar tercatat pada kebakaran di Kecamatan Benda pada Juli 2026, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat," kata Mahdiar di Tangerang, Rabu.

Meski nilai kerugian Juli jauh lebih besar, jumlah kejadian di Kecamatan Benda justru tergolong rendah. Pusdalops mencatat hanya enam kejadian kebakaran di wilayah itu selama dua bulan, jauh di bawah Pinang yang mencapai 19 kejadian.

Kecamatan Pinang Paling Sering Terbakar, 19 Kejadian

Kecamatan Pinang menempati urutan teratas wilayah dengan kebakaran terbanyak, yaitu 19 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Periuk dengan 18 kejadian, lalu Batuceper dan Ciledug yang masing-masing mencatat 14 kejadian.

Kecamatan Tangerang mencatat 11 kejadian, Karang Tengah 10 kejadian. Cibodas, Karawaci, Neglasari, dan Cipondoh masing-masing sembilan kejadian. Benda tercatat enam kejadian, sedangkan Jatiuwung dan Larangan masing-masing lima kejadian.

Lahan Kosong dan TPA Mendominasi Objek Terbakar

Dari jenis objek yang terbakar, lahan dan tempat pembuangan akhir (TPA) mendominasi dengan total 71 kejadian. Rinciannya 34 kejadian pada Juli dan 37 kejadian pada Agustus.

Kebakaran permukiman tercatat 20 kejadian, tempat usaha 14 kejadian, dan kawasan industri tujuh kejadian. "Kebakaran juga terjadi pada gardu atau tiang kabel listrik, kendaraan, lapak atau tempat pembuangan limbah, serta kategori lainnya," ujar Mahdiar.

Korsleting Listrik dan Penyebab Tak Diketahui

BPBD Kota Tangerang menduga korsleting listrik, kompor, dan bara rokok menjadi pemicu sebagian kebakaran. Pada Juli, 18 kejadian diduga akibat korsleting listrik, dua kejadian karena kompor, dan 38 kejadian belum diketahui penyebabnya.

Pada Agustus, korsleting listrik diduga menyebabkan 13 kejadian, kompor enam kejadian, bara rokok dua kejadian, dan 32 kejadian lainnya masih belum diketahui penyebabnya.

BPBD mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan pada kondisi kering yang memperbesar risiko kebakaran sampah, lahan kosong, dan tumbuhan kering. "Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan serta menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran," katanya.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top