BANTEN — Perum Bulog mencatat penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri menembus 4 juta ton setara beras, melampaui target pengadaan 2026 yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut capaian ini masih menyisakan waktu sekitar tiga bulan hingga akhir tahun untuk terus menyerap hasil panen petani.
Paragraf pembuka: Realisasi penyerapan gabah dan beras Bulog terus bertambah hingga kini, bahkan setelah target yang dibebankan melalui Instruksi Presiden (Inpres) terpenuhi 100 persen. Arahan Presiden meminta Bulog tidak berhenti meski target resmi sudah tercapai, sehingga pengadaan hasil panen petani tetap berjalan di berbagai daerah hingga akhir 2026.
Pemerintah menetapkan target pengadaan Bulog sebesar 4 juta ton setara beras untuk 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat cadangan pangan sekaligus menopang produksi petani dalam negeri. Angka realisasi yang sudah menembus 4 juta ton membuat Bulog memiliki ruang sekitar tiga bulan untuk melanjutkan pengadaan tanpa tekanan target.
"Ini suatu yang membanggakan kami karena capaian ini masih ada tiga bulan ke depan," ujar Ahmad Rizal di Purworejo, Jawa Tengah.
Menurut dia, arahan Presiden tetap berlaku meski tugas sesuai Inpres telah rampung 100 persen. Bulog diminta melanjutkan penyerapan gabah petani sebagai bagian dari komitmen menjaga pasar hasil produksi dalam negeri.
Penyerapan gabah dan beras tidak semata mengejar target pengadaan. Ahmad Rizal menjelaskan, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani.
Dengan penyerapan yang berjalan terus, hasil panen petani diharapkan terserap optimal dan stok beras yang dikelola pemerintah tetap terjaga. Kebijakan ini sejalan dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah atau beras dalam negeri serta penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk periode 2026-2029.
Bulog menjadi salah satu pihak yang menjalankan kebijakan tersebut melalui penyerapan produksi petani dan pengelolaan stok beras pemerintah.
Bagi petani, kepastian pasar menjadi faktor penting agar hasil panen tidak jatuh ke tengah harga rendah saat musim panen raya. Bulog menyerap gabah dan beras dari berbagai daerah, sehingga produksi lokal punya pembeli dengan harga yang dijaga pemerintah.
Dari sisi stok nasional, penyerapan yang melampaui target memperkuat cadangan beras pemerintah. Keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pangan nasional menjadi pertimbangan utama di balik kebijakan ini.
Ahmad Rizal menegaskan Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan sesuai arahan pemerintah. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan produksi petani mendapatkan pasar sekaligus menjaga kecukupan stok beras pemerintah.
Penutup: Meski target pengadaan 2026 telah tercapai, Bulog tetap melanjutkan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri hingga akhir tahun. Langkah ini menempatkan Bulog bukan hanya sebagai pelaksana target pengadaan, tetapi juga penjaga stabilitas pasar gabah petani di tengah sisa tahun yang masih panjang.