SUMUR — BMKG mencatat episentrum gempa berada di zona subduksi Selat Sunda, wilayah yang memang aktif secara tektonik. Kedalaman 26 kilometer membuat gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal, jenis yang getarannya lebih mudah terasa di permukaan meski magnitudonya tergolong kecil.
Hingga informasi ini disusun, tidak ada laporan resmi soal bangunan rusak atau warga terluka. Warga pesisir Banten yang merasakan getaran diminta tidak panik dan memantau kanal resmi BMKG untuk perkembangan.
Menurut laporan resmi BMKG, gempa terjadi pukul 05.34.16 WIB pagi. Titik pusatnya berada di 7,01 Lintang Selatan dan 105,51 Bujur Timur, berjarak 40 kilometer sebelah selatan Sumur, Banten.
Kedalaman hiposenter tercatat 26 kilometer di bawah permukaan laut. Kekuatan magnitudo 4,0 dikategorikan sebagai gempa tektonik dari segi pelepasan energi awal.
Analisis awal seismolog menyebut parameter getaran ini sebagai gempa dangkal akibat pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi Selat Sunda. Zona tersebut memang menjadi jalur tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di barat daya Jawa.
Getaran dilaporkan dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di sekitar pesisir Banten dan wilayah sekitarnya. Belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Wilayah Indonesia rawan bencana geologis, sehingga warga perlu memahami langkah penyelamatan diri saat guncangan terjadi:
BMKG memberikan catatan penting dalam diseminasi informasi kegempaan kepada masyarakat. Informasi yang disebarkan pada fase awal mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik.
Karena itu, hasil pengolahan data masih bersifat dinamis dan bisa mengalami pemutakhiran seiring kelengkapan data analisis lanjutan dari para pakar seismologi di pusat gempa. Warga diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi kelanjutan aktivitas kegempaan.
Pemutakhiran informasi resmi disampaikan secara berkala melalui kanal informasi BMKG.