Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas Antisipasi Banjir, Progres Capai 60 Persen

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 25 September 2026 | 13:46:02 WIB
Pekerja melakukan normalisasi saluran air di kawasan Periuk, Kota Tangerang.

TANGERANG — Normalisasi menyasar dua wilayah. Di bagian barat, pengerjaan berlangsung di Kali Ledug Periuk dan Saluran Pembuang Mutiara Pluit Periuk. Adapun di wilayah timur, pembersihan sedang berjalan di saluran pembuang Simprug, Rawa Kunciran, Kali Serua, Tandon Pondok Pucung, serta saluran pembuang Karang Timur yang baru dimulai beberapa hari sebelumnya.

Sedimentasi Picu Penyempitan dan Risiko Luapan

Iwan menjelaskan, penumpukan sedimen di dasar saluran menyebabkan penyempitan, pendangkalan, bahkan pengurangan kapasitas daya tampung air. Kondisi itu meningkatkan risiko luapan saat debit air meningkat pada musim hujan.

"Kami memanfaatkan kondisi musim kemarau ini untuk melakukan kegiatan normaliasi di beberapa sungai, saluran air, dan tandon untuk menangani sedimentasi yang menyebabkan penyempitan, pendangkalan, bahkan pengurangan kapasitas daya tampung air sehingga meningkatkan risiko terjadinya luapan," ujar Iwan, Rabu (23/9/26).

Progres Lapangan 50-60 Persen, Sejumlah Titik Hampir Rampung

Pemantauan lapangan terkini menunjukkan proses normalisasi di sejumlah lokasi telah mencapai 50-60 persen. Beberapa titik lain bahkan mendekati tahap penyelesaian.

"Saat ini, proses normalisasi ketujuh lokasi yang disebutkan sudah berjalan bahkan beberapa di antaranya sudah hampir selesai. Selanjutnya, kami akan terus memetakan titik okasi lainnya yang membutuhkan normalisasi akan segara ditindaklanjuti, khususnya di sejumlah wilayah rawan banjir," jelasnya.

Pemetaan titik baru diarahkan ke kawasan rawan banjir yang belum masuk daftar prioritas. Hasil pemetaan akan menentukan lokasi normalisasi berikutnya.

Material Kisdam Disiapkan untuk Antisipasi Kerusakan Turap

Pemkot Tangerang juga mulai menyiapkan material kisdam. Stok ini disiapkan untuk mendukung penanganan kerusakan turap yang berpotensi terjadi saat musim penghujan.

Kerusakan turap umumnya muncul ketika aliran air bertekanan tinggi menggerus struktur penahan tebing saluran. Ketersediaan material di awal musim hujan mempercepat perbaikan darurat.

Warga Diminta Jaga Kebersihan Saluran di Lingkungan Masing-Masing

Iwan mengajak masyarakat ikut memelihara sungai, saluran, dan tandon di sekitar tempat tinggal. Menjaga kebersihan dinilai krusial agar tidak terjadi penyumbatan yang berisiko memicu banjir.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memelihara sungai, saluran, maupun tandon yang ada di sekitar lingkungan masing-masing termasuk menjaga kebersihannya agar tidak terjadi penyumbatan yang berisiko menyebabkan banjir," pungkasnya.

Normalisasi tujuh lokasi ini menjadi bagian dari langkah Pemkot Tangerang memperkuat daya tampung drainase kota sebelum puncak curah hujan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: haluanbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top