IHSG Berisiko Lanjut Turun ke 6.159, Analis Rekomendasikan MDKA hingga CBDK

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 25 September 2026 | 08:51:31 WIB
Pergerakan IHSG di tengah tekanan jual pada perdagangan akhir pekan.

BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi kembali melemah pada perdagangan akhir pekan ini setelah gagal menembus level resisten 6.423, sehingga kembali mendekati area 6.290. Dua analis sekuritas merekomendasikan sederet saham berbasis komoditas dan energi, mulai dari MDKA, BRMS, hingga CBDK, sebagai antisipasi tekanan lanjutan.

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai kegagalan indeks mempertahankan momentum positif untuk menembus resisten 6.423 membawa IHSG kembali berada dekat level 6.290. Kondisi itu memperbesar peluang indeks melanjutkan tren turun menuju support Fibonacci berikutnya di 6.159.

"Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish," tulis Ivan dalam risetnya.

Level Support dan Resisten IHSG Hari Ini

BinaArtha Sekuritas memetakan support IHSG berada di 6.159, 6.015, dan 5.850. Sementara resisten berada di 6.423, 6.552, dan 6.712.

Support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh level itu, harga umumnya kembali naik karena pembelian meningkat. Adapun resisten adalah tingkat harga yang dinilai sebagai titik tertinggi, tempat aksi jual biasanya membesar sehingga laju kenaikan tertahan.

Dari riset yang sama, Ivan menjagokan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar:

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

MA60 Diuji Dua Kali, Momentum Penguatan Mereda

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyoroti pergerakan IHSG yang telah menguji batas MA60 untuk kedua kalinya. Menurut dia, pengujian itu membuat momentum penguatan indeks mereda.

Meski MA20 dan MA60 masih dalam kondisi positive crossover, indikator Stochastics KD dan RSI menunjukkan sinyal negatif, diperkuat penurunan volume. Nafan menilai sentimen IHSG untuk perdagangan hari ini masuk kategori mixed-to-cautious.

Tiga Sentimen Eksternal yang Menekan Pasar

Tekanan datang dari luar. Harga minyak Brent kembali naik 3,86% ke level US$ 107,06 per barel setelah harapan terobosan diplomatik AS-Iran belum membuahkan hasil.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi multiyears di 5,205%. Kenaikan itu dipicu kombinasi data aktivitas bisnis AS yang kuat dan tekanan inflasi yang berlanjut akibat harga energi.

Faktor ketiga adalah pertemuan Trump-Xi di Washington yang menjadi katalis penting bagi pasar global. Agenda pembahasannya menyangkut perdagangan, perpanjangan gencatan tarif, dinamika Taiwan, Iran, dan energi.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan tersebut relevan karena perubahan risk appetite global dapat memengaruhi arus modal asing, rupiah, harga komoditas, serta kinerja saham berbasis ekspor dan komoditas.

BI Rate 5,75% Jadi Bantalan Domestik

Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% memberi bantalan terhadap IHSG. Kebijakan itu menjaga stabilitas moneter sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan kredit.

Target Harga Saham Pilihan Mirae Asset

Nafan merekomendasikan tiga saham dengan target harga masing-masing:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): target 705, 750, dan 905
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): target 3.700, 3.880, dan 4.580
  • PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): target Rp 915, 940, dan 1.160

Rekomendasi itu muncul saat indeks berada di area krusial. Selama IHSG belum mampu bertahan di atas 6.423, tekanan jual diperkirakan masih membayangi, terutama pada saham yang sudah naik tajam dalam beberapa sesi terakhir.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top