BANTEN — PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, dengan progres konstruksi mencapai 87,18 persen. Percepatan ini dilakukan agar ruas bagian Jalan Tol Trans Sumatera tersebut bisa segera melayani mobilitas warga dan distribusi logistik di koridor Sumatera Selatan–Jambi.
Paragraf pembuka: Wakil Direktur Utama Hutama Karya Sugeng Rochadi menyatakan perseroan berkomitmen menuntaskan proyek strategis tersebut sesuai target. Percepatan ditempuh lewat koordinasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), DPR RI, hingga pemerintah daerah.
Salah satu bagian paling krusial dalam ruas ini, Jembatan Musi V, sudah mencapai progres pembangunan 96,44 persen. Jembatan itu dinyatakan lulus uji laik fungsi oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada 6 Juli 2026.
Posisi Jembatan Musi V penting karena menjadi penghubung utama koridor Tol Palembang–Betung. Dengan konstruksi yang nyaris selesai, jembatan ini diharapkan memperlancar konektivitas dan mobilitas masyarakat di kawasan sekitar.
Percepatan pembangunan Tol Palembang–Betung menjadi salah satu agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Jembatan Musi V, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, 17 September. Kunjungan itu membahas perkembangan jalan tol di Sumsel, khususnya konektivitas Palembang menuju Jambi.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan, Syaiful Huda, menyatakan dukungannya terhadap percepatan infrastruktur jalan tol di Sumatera Selatan. Menurut dia, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama.
"Kami mendukung percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera Selatan. Dalam pelaksanaannya, tentu terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama," kata Huda.
Ia menambahkan sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, dan badan usaha jalan tol menjadi kunci agar pembangunan terus berjalan dan manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.
Tol Palembang–Betung merupakan bagian dari penguatan koridor JTTS dari Sumatera Selatan menuju Jambi. Koridor ini nantinya akan tersambung dengan pengembangan ruas berikutnya, termasuk rencana Jalan Tol Jambi–Rengat yang mengarah ke Riau.
Keterhubungan antarruas diharapkan memperluas akses perjalanan antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di Pulau Sumatera. Bagi pelaku usaha dan pengangkutan barang, ruas ini berpotensi memangkas waktu tempuh dibandingkan jalur lintas tengah yang selama ini jadi andalan.
Hutama Karya terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BPJT, DPR RI, dan pemerintah daerah untuk mengejar penyelesaian proyek. Sugeng menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari kontribusi perseroan mendukung astacita pemerintah melalui penyediaan infrastruktur jalan tol yang aman dan berkualitas.
"Kolaborasi ini merupakan bagian dari kontribusi Hutama Karya dalam mendukung astacita pemerintah melalui penyediaan infrastruktur jalan tol yang aman, berkualitas dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," pungkas Sugeng.
Penutup: Dengan progres 87,18 persen dan Jembatan Musi V yang tinggal menyisakan pekerjaan akhir, Tol Palembang–Betung berada di jalur yang tepat untuk melayani arus Nataru. Bagi Sumatera Selatan, ruas ini bukan sekadar jalan baru, melainkan pintu masuk bagi konektivitas yang lebih rapat dengan Jambi dan Riau.