TANGSEL — Sejumlah pelaku UMKM dan komunitas mengisi stan di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan selama dua hari, 21-22 September 2026. Produk yang dipamerkan mencakup kerajinan, kuliner, karya ekonomi kreatif, hingga teknologi tepat guna. Tanaman anggrek turut menjadi daya tarik tersendiri di antara deretan stan peserta.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dalam rangkaian kegiatan ini membuka ruang perkenalan potensi kota berpenduduk tujuh kecamatan tersebut. Tamu yang datang tidak hanya melihat produk, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha dan komunitas.
Pameran ini bukan sekadar bazar produk. Ada empat kategori utama yang ditonjolkan:
Empat kategori tersebut dipilih karena dinilai mewakili potensi yang tumbuh di tengah masyarakat. Pameran juga mempertemukan pelaku usaha dan komunitas dengan warga yang datang berkunjung.
Tangsel Expo 2026 menjadi bagian dari rangkaian Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antardaerah. Dalam rangkaian yang sama, dilakukan pula Perjanjian Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA).
Kehadiran peserta dari daerah lain dalam kegiatan tersebut dimanfaatkan Pemkot Tangsel untuk memperkenalkan potensi kota. Produk dan karya yang ditampilkan menjadi bagian dari potensi ekonomi dan kreativitas yang berkembang di wilayah ini.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan pameran ini menjadi kesempatan memperkenalkan potensi yang berkembang di masyarakat.
"Ini kesempatan kita untuk memperkenalkan potensi Tangsel. Bukan hanya UMKM, tetapi juga ekonomi kreatif, teknologi tepat guna, anggrek, dan berbagai potensi lainnya," kata Benyamin, Selasa (22/9/2026).
Benyamin menambahkan, penyelenggaraan Tangsel Expo juga menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan kegiatan serupa dengan cakupan lebih luas.
"Dari sini kita belajar bagaimana mengemas potensi Tangsel dalam satu kegiatan. Ke depan tentu bisa kita kembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar," ujarnya.
Benyamin berharap pengalaman penyelenggaraan tahun ini menjadi dasar pengembangan pameran potensi daerah pada kegiatan berikutnya. Ia ingin lebih banyak pelaku UMKM, komunitas, ekonomi kreatif, seni, budaya, inovasi, dan produk unggulan daerah yang dilibatkan.
Selama dua hari pelaksanaan, pameran di Plaza Puspemkot Tangsel menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Produk yang dipajang tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga menjadi sarana transaksi dan perkenalan pasar bagi pelaku usaha kecil.