BPBD Tangsel Catat 25 Titik Kekeringan, 2.446 Warga di Setu dan Serpong Masih Terdampak Krisis Air Bersih

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 12 September 2026 | 11:16:01 WIB
BPBD Tangsel mencatat 25 titik kekeringan masih aktif hingga Kamis (10/9/2026).

TANGERANG SELATAN — Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kota Tangerang Selatan, Banten, belum surut. BPBD setempat mencatat 25 titik kekeringan masih aktif hingga Kamis (10/9/2026), dengan dampak yang menjalar ke 559 kepala keluarga atau sekitar 2.446 jiwa.

Kecamatan Setu menyumbang 24 dari total titik terdampak. Rinciannya, 16 titik di Kelurahan Keranggan, tujuh titik di Kelurahan Kademangan, dan satu titik di Kelurahan Muncul. Satu titik sisanya berada di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.

Setu Jadi Wilayah Paling Parah, Keranggan Terbanyak

Konsentrasi kekeringan di Kecamatan Setu membuat wilayah itu jadi prioritas penyaluran air bersih. Kelurahan Keranggan sendiri menyumbang 16 titik, angka tertinggi di antara seluruh kelurahan yang terdampak.

"Titik terbanyak ada di Kecamatan Setu, total ada 24 titik," ujar Sekretaris BPBD Tangsel Essa Nugraha.

Sejak penyaluran pertama pada 8 Juli 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 943.950 liter. Armada tangki dikerahkan setiap hari untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

40.000 Liter per Hari Disalurkan ke 25 Lokasi

Essa menyebut setiap lokasi mendapat giliran pasokan dua hingga tiga kali seminggu. Total penyaluran mencapai sekitar 40.000 liter per hari.

"Setiap hari kami kirim armada ke 25 lokasi tersebut. Rata-rata satu lokasi mendapat giliran pasokan dua hingga tiga kali seminggu, dengan total penyaluran sekitar 40.000 liter per hari," katanya.

Distribusi menyasar permukiman yang paling terdampak. Warga diminta memprioritaskan air tangki untuk konsumsi dasar seperti memasak dan kebutuhan MCK.

Kekeringan Tahun Ini Datang Lebih Awal

BPBD Tangsel menilai kekeringan 2026 lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023 dan 2024, dampak kemarau umumnya baru meningkat pada September atau Oktober.

Tahun ini, krisis air bersih sudah dirasakan warga sejak awal Juli. Potensi fenomena El Nino yang diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027 membuat situasi berpotensi memburuk.

BPBD Tangsel mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air di rumah. Imbauan itu disampaikan seiring potensi El Nino yang masih membayangi hingga awal tahun depan.

"Masyarakat kami imbau untuk menghemat air. Prioritaskan penggunaan air tangki untuk konsumsi dasar seperti memasak serta kebutuhan MCK," pungkas Essa.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top