Kabupaten Serang resmi ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) Kampung Hortikultura dalam program Gerakan Perempuan Pangan yang digagas Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI) bersama Kementerian Pertanian. Penunjukan ini menjadikan Kabupaten Serang sebagai lokasi kampung percontohan pertama yang diinisiasi Bidang Pertanian DPP IWAPI. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menargetkan program ini bisa direplikasi ke seluruh desa di wilayahnya untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
SERANG — Kabupaten Serang, Provinsi Banten, resmi ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) Kampung Hortikultura dalam program Gerakan Perempuan Pangan. Program ini merupakan inisiatif dari Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI) yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Peluncuran program bertajuk "Perempuan Berdaya, Ketahanan Pangan Terjaga" digelar di Kebun Greenlight, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Penunjukan ini menjadikan Kabupaten Serang sebagai kampung percontohan pertama yang diinisiasi oleh Bidang Pertanian DPP IWAPI.
Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi menjelaskan, pemilihan Kabupaten Serang sebagai lokasi percontohan tidak lepas dari ketersediaan lahan yang masih luas. Menurutnya, masalah pangan adalah masalah perut dan kesehatan yang harus ditangani secara serius.
"Masalah pangan adalah masalah perut dan kesehatan. Ini adalah kampung percontohan pertama yang diinisiasi oleh Bidang Pertanian DPP IWAPI, ke depannya kami akan terus membuka kampung-kampung hortikultura di seluruh Indonesia," paparnya.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi penunjukan wilayahnya sebagai percontohan nasional oleh IWAPI dan Kementerian Pertanian. Ia menyebut Kabupaten Serang memiliki potensi hortikultura yang sangat bervariasi dan merupakan lumbung padi urutan ketiga di Banten.
"Kabupaten Serang adalah lumbung padi urutan ketiga di Banten, dan potensi hortikulturnya sangat bervariasi. Kolaborasi dengan para wanita pengusaha tangguh dari IWAPI ini sangat luar biasa. Jika pangan kita kuat, Insya Allah rakyat akan terjamin dan sejahtera," katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule yang turut hadir meresmikan program tersebut menyatakan dukungan penuh lembaganya. Ia menilai gerakan yang dimotori para perempuan pengusaha ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjaga ketersediaan dan swasembada pangan.
"Gerakan Perempuan Pangan ini sangat bersentuhan dengan program pemerintah dan Presiden. Dengan peluncuran pilot project ini, kami harap ke depan bisa bergerak masif dan cepat secara nasional," ujar Taufiq.
Program Kampung Hortikultura ini merupakan fokus lanjutan dari Gerakan Perempuan Pangan yang telah diluncurkan DPP IWAPI pada tahun lalu. Ke depan, organisasi tersebut berencana membuka kampung-kampung hortikultura serupa di berbagai daerah di seluruh Indonesia.