Menteri PU Kirim 3 Jembatan Bailey lewat Jalur Laut ke Flores

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:59:31 WIB
Menteri PU memeriksa kesiapan mobilisasi tiga unit jembatan Bailey di pelabuhan untuk dikirim ke Flores, NTT.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di bawah Menteri Dody Hanggodo mempercepat penanganan darurat infrastruktur konektivitas menyusul gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Sebagai langkah konkret, 3 unit jembatan Bailey dimobilisasi untuk dijadikan akses sementara demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah terdampak.

Ketiga unit jembatan Bailey dengan bentang masing-masing 30 meter tersebut dimobilisasi dari BBPJN Jawa Timur–Bali, BPJN Nusa Tenggara Barat (NTB), dan BBPJN Sulawesi Selatan untuk selanjutnya dikirim menuju Flores.

Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan infrastruktur pascabencana selalu mengutamakan kebutuhan masyarakat, dengan akses konektivitas yang harus segera dipastikan agar mobilitas warga serta distribusi bantuan dan logistik tetap berjalan.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," kata Menteri Dody.

Untuk jembatan Bailey dari BBPJN Sulawesi Selatan, saat ini tengah dalam proses pengangkutan komponen ke kendaraan logistik. Sementara untuk distribusi rangka jembatan, akan dijadwalkan pada Senin (24/8) menunggu jadwal kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo. Ditargetkan, komponen jembatan serta rangka akan tiba di Flores pada Rabu (26/8) mendatang.

Sementara itu, jembatan Bailey dari BBPJN Jawa Timur–Bali saat ini tengah berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya untuk menunggu jadwal pengangkutan yang direncanakan pada Jumat (21/8) menuju Pelabuhan Ende. Setibanya di Ende, jembatan bailey akan dikirim melalui jalur darat menuju wilayah Ruteng dan Labuan Bajo.

Sementara jembatan Bailey dari BPJN NTB sudah dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Jika tidak ada hambatan, komponen jembatan akan diberangkatkan dengan kapal feri menuju Labuan Bajo pada Sabtu (22/8) dan ditargetkan tiba di Flores Rabu (26/8).

Menteri Dody Hanggodo terus berkoordinasi agar mobilisasi ketiga jembatan Bailey berjalan sesuai rencana. Penempatan jembatan sementara akan menyesuaikan hasil pemeriksaan teknis dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Kementerian PU saat ini juga mengidentifikasi kerusakan Jembatan Wae Pesi sepanjang 100 meter di ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Kabupaten Manggarai. Survei awal menemukan pergeseran pada pilar dan abutmen serta kerusakan expansion joint, sehingga identifikasi lebih detail terus dilakukan untuk menentukan penanganan yang tepat.

Melalui penanganan darurat ini, Kementerian PU berharap kebutuhan masyarakat dapat segera dilayani, aktivitas masyarakat segera pulih, serta kelancaran arus logistik di Flores tetap terjaga. Disamping itu, pemeriksaan teknis terhadap infrastruktur terdampak lainnya terus dilakukan sebagai dasar untuk menentukan penanganan lebih lanjut.

Reporter: Redaksi
Back to top