BANTEN — TPSS Gedebage tidak lagi sekadar menjadi lokasi penampungan sampah sementara sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir. Fasilitas ini mengolah sampah sedekat mungkin dengan sumbernya, dengan larva lalat tentara hitam (BSF) atau yang akrab disebut maggot sebagai "mesin biologis" pengurai sampah organik, terutama sisa makanan.
Pengelola TPSS Gedebage, Rudi Rudiana, mengungkapkan sampah yang masuk ke fasilitasnya berasal dari sampah domestik rumah tangga, kegiatan komersial, serta pasokan dari program Gaslah. Material yang tiba tidak langsung ditumpuk, melainkan melewati proses pemilahan menggunakan mesin untuk memisahkan sampah berdasarkan karakteristik dan peluang pemanfaatannya.
Rudi menjelaskan proses pemilahan menghasilkan enam kategori material dengan tujuan pengolahan yang berbeda-beda. Pembagian ini menentukan apakah sampah akan menjadi pakan maggot, kompos, atau bahan baku energi.
Dari hasil pemilahan tersebut, sebagian besar sampah yang datang masih memiliki potensi nilai guna. Sekitar 50–60 persen dari total sampah merupakan sampah organik yang diarahkan sebagai bahan pakan maggot, menjadikannya komponen terbesar dalam alur pengolahan di TPSS Gedebage.
Sebanyak 20 persen sampah organik lainnya dialokasikan untuk proses pengomposan. Adapun residu yang tidak dapat dimanfaatkan berada di kisaran 15 persen, sementara material seperti rongsok, low value, dan bahan baku RDF masing-masing berkontribusi di bawah lima persen dari total volume harian.
Dengan komposisi sampah organik yang dominan, proses maggotisasi menjadi penentu utama keberhasilan reduksi sampah di TPSS Gedebage. Dari kapasitas olah 15–20 ton per hari, larva BSF mampu mereduksi 5–8 ton sampah organik setiap harinya, mengurangi beban material yang harus dikirim ke tempat pemrosesan akhir.
Pendekatan ini menempatkan TPSS Gedebage sebagai salah satu fasilitas pengolahan sampah perkotaan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular. Sampah tidak lagi dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi diolah menjadi produk bernilai seperti pakan maggot dan kompos di lokasi yang dekat dengan sumber sampah.