BANTEN — Kekalahan ini membuat Putri Nusantara kehilangan kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara Grup B. Sepanjang babak pertama, kedua tim justru tampil terbuka dengan tempo tinggi, saling bergantian menekan pertahanan lawan.
Peluang memang diciptakan kedua kesebelasan, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi Indonesia. Beberapa peluang yang didapat Putri Nusantara gagal dikonversi menjadi gol sehingga skor kaca mata bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan akhirnya pecah setelah jeda. Singapura berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia untuk mencetak dua gol beruntun. Keunggulan tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan tiga poin dibawa pulang Singapura.
Hasil ini menjadi pukulan bagi skuad asuhan pelatih yang diharapkan mampu bersaing di turnamen usia muda ini. Srikandi Merdeka Cup 2026 sendiri merupakan ajang uji coba internasional yang penting bagi pengembangan sepak bola putri usia dini di Indonesia.
Ketajaman lini depan menjadi catatan krusial yang harus segera dibenahi. Dari jalannya pertandingan, terlihat jelas bahwa membangun serangan bukanlah masalah, tetapi penyelesaian akhir di kotak penalti lawan masih jauh dari kata efektif.
Selain itu, konsentrasi tim juga perlu ditingkatkan. Kemasukan dua gol di babak kedua mengindikasikan adanya penurunan fokus setelah jeda, sebuah aspek mental yang kerap menjadi pembeda di turnamen internasional.
Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim untuk bangkit. Perbaikan di lini depan dan penguatan mental menjadi harga mati jika Putri Nusantara masih ingin menjaga asa melaju ke babak berikutnya.