TANGERANG — Musim lomba 17 Agustus tahun ini membawa berkah tersendiri bagi perajin bambu di Kabupaten Tangerang. Jika tahun sebelumnya hanya sekitar 10 tiang yang dipesan, kini permintaan untuk perlengkapan lomba panjat pinang diprediksi tembus lebih dari 20 unit.
"Tahun kemarin kurang lebih ada 10 tiang bambu dipesan. Tapi sekarang mudah-mudahan lebih dari 20 tiang pemesanan ter order untuk panjat pinang," kata Apeng saat ditemui di Tangerang, Rabu.
Apeng menyebutkan, geliat positif ini sudah terasa sejak sepekan terakhir. Setidaknya ada delapan tiang bambu yang dipesan warga untuk kebutuhan perlombaan di lingkungan masing-masing.
"Penjualan bambu buat tahun ini alhamdulillah ada aja. Dibandingkan tahun kemarin ada kenaikan sedikit, kira-kira 10 sampai 15 persen," ujarnya.
Menurut dia, momen ini menjadi angin segar bagi para perajin bambu lokal yang sempat lesu di luar musim perlombaan.
Tidak semua bambu bisa dijadikan tiang panjat pinang. Apeng menjelaskan, dirinya hanya menggunakan bambu jenis Gombong dengan kriteria ketat agar aman digunakan warga.
"Untuk dijadikan tiang panjat pinang, tidak sembarang bambu yang bisa digunakan. Bambu khusus jenis Gombong dengan kriteria tertentu, seperti harus memiliki panjang sekitar 8,5 meter, berukuran besar, dan lurus kita siapkan," terangnya.
Proses pembuatannya sendiri membutuhkan ketelatenan. Mulai dari merapikan bagian kepala bambu, pengikatan menggunakan tali (uletan), hingga pengamplasan agar permukaan halus. Dalam kondisi fokus, Apeng mampu menyelesaikan dua batang tiang dalam sehari.
Tingginya minat terhadap tiang bambu tak lepas dari harga pohon pinang asli yang dinilai semakin tidak masuk akal. Apeng menyebut, pohon pinang asli bisa dihargai hingga Rp 1 juta per batang, sementara tiang bambu buatannya jauh lebih terjangkau.
"Satu unit panjat pinang bambu dibanderol seharga Rp 300.000, dan bisa menjadi Rp 250.000 setelah proses tawar-menawar," ungkapnya.
Harga tersebut memang naik tipis sekitar Rp 50 ribu dibanding tahun lalu yang berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Kenaikan ini disebutnya akibat penyesuaian harga bahan baku yang didatangkan dari luar kota.
Untuk memenuhi lonjakan pesanan, Apeng mengaku mengandalkan pasokan bambu dari sejumlah daerah penyangga. Bahan baku didatangkan langsung dari Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, hingga Bogor.
Selain tiang panjat pinang, ia juga menyediakan perlengkapan dekorasi lainnya. Bambu untuk umbul-umbul dijual Rp 100 ribu per ikat berisi sembilan hingga 10 batang, serta bilah bambu untuk rangka baliho dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per unit.
"Pemesanan perlengkapan bambu banyak datang dari berbagai wilayah sekitar Tangerang hingga kawasan terjauh di Tangerang Selatan," kata dia.