BANTEN — Menjelang acara Made by Google yang digelar besok malam, sebuah daftar Geekbench untuk Pixel 11 Pro XL muncul dan langsung memicu perdebatan. Hasil pengujian yang beredar menunjukkan ponsel andalan Google ini membawa chipset Tensor G6 dengan konfigurasi 7 core dan RAM 16GB, berjalan dengan Android 17. Namun, yang menjadi sorotan bukanlah spesifikasinya, melainkan skor mentahnya yang jauh di bawah kompetitor.
Perlu dicatat, daftar Geekbench bisa saja dipalsukan. Meski begitu, angka ini tetap menjadi sinyal awal yang patut diwaspadai, terutama karena tahun ini Google dikabarkan telah beralih ke fabrikasi TSMC 2nm yang seharusnya memberikan lompatan performa dan efisiensi signifikan dibanding Tensor G5 tahun lalu yang masih menggunakan proses 3nm.
Data yang dihimpun Tom's Guide menunjukkan perbandingan skor Geekbench 7 antara Pixel 11 Pro XL, iPhone 17 Pro Max, dan Galaxy S26 Ultra. Perlu diingat, versi terbaru Geekbench ini memang menghasilkan skor yang lebih rendah secara keseluruhan dibanding versi 6, sehingga perbandingan antar perangkat harus dilakukan dengan versi yang sama.
Pada pengujian single-core, Pixel 11 Pro XL tertinggal 29 persen dari iPhone dan 39 persen dari Galaxy. Defisit ini sebenarnya masih berada dalam pola historis, di mana chip Tensor memang tidak pernah unggul dalam tugas berat satu inti. Namun, skor multi-core adalah cerita yang berbeda.
Skor multi-core Pixel 11 Pro XL tercatat 39 persen lebih lambat dari iPhone 17 Pro dan 49 persen lebih lambat dari Galaxy S26 Ultra. Dalam penggunaan sehari-hari, skor ini berpotensi terasa saat membuka banyak aplikasi berat sekaligus atau bermain game dengan grafis tinggi. Situasi ini terasa ironis karena Google sebelumnya dianggap akan "mengejar ketertinggalan" dengan menggunakan proses fabrikasi TSMC yang lebih canggih.
Tom's Guide, yang melakukan pengujian langsung pada iPhone 17 Pro Max dan Galaxy S26 Ultra hari ini, menekankan bahwa ini baru satu hasil dari satu perangkat. Belum ada data pembanding yang cukup untuk menyimpulkan performa akhir Tensor G6. Kemungkinan besar, unit yang diuji ini masih berupa prototipe dengan firmware yang belum optimal.
Penting untuk tidak langsung menyimpulkan kualitas ponsel hanya dari satu bocoran benchmark. Efisiensi daya dan thermal management seringkali lebih menentukan pengalaman harian dibanding skor mentah. Tensor G5 tahun lalu membuktikan bahwa Google bisa menawarkan performa AI dan efisiensi yang baik meski kalah dalam balapan angka mentah.
Kami akan menguji langsung Pixel 11 Pro XL setelah acara peluncuran besok. Pengujian kami akan mencakup benchmark berulang, tes thermal throttling, dan pengukuran daya tahan baterai di dunia nyata. Hasil bocoran ini mungkin saja outlier, tapi jika terbukti akurat, Google harus bekerja ekstra untuk meyakinkan pengguna bahwa ponsel premiumnya tetap layak dibeli di tengah dominasi Apple dan Samsung.